REFLEKSI | Manusia Bermental
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
Mentalitas kita sebagai manusia seberapa besarkah ? Apakah kita bermental baja, tahan banting, dan seorang pejuang tangguh ?
Menjawab apa yang ditanyakan di atas, haruslah dengan pembuktian nyata, dan kongkrit !
Karena jika kita hanya besar omong, besar mulut, mental kita yang sebenarnya tak akan pernah bisa kita ukur kehebatannya.
Dan tak akan pula muncul, mental kita melebihi ekspektasinya.
Dalih mau sok hebat, yang terjadi justru sebaliknya, secara sadar justru kita tak memiliki mentalitas seseorang berkarakter unggul...yang ada selamanya kita jadi penakut, dan bermental cemen.
Jika sudah bermental lemah, maka akan menjadi sulit untuk membangunkannya, yang demikian itulah yang dinamakan dengan istilah, nasi sudah jadi bubur..."lembek, dan tak berharga."
Bubur, akan sangat sulit untuk mengenyangkan, dan bubur tak sama dengan Nasi, yang membuat kita sangat yakin pada pengaruhnya yang mensugesti, "bahwa kita baru kenyang jika sudah maka nasi."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!