Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026

REFLEKSI | Manusia Bermental

ED
Selasa, 31 Januari 2023 | 07:44 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Manusia Bermental

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

Mentalitas kita sebagai manusia seberapa besarkah ? Apakah kita bermental baja, tahan banting, dan seorang pejuang tangguh ?

Menjawab apa yang ditanyakan di atas, haruslah dengan pembuktian nyata, dan kongkrit !

Karena jika kita hanya besar omong, besar mulut, mental kita yang sebenarnya tak akan pernah bisa kita ukur kehebatannya.

Dan tak akan pula muncul, mental kita melebihi ekspektasinya.

Dalih mau sok hebat, yang terjadi justru sebaliknya, secara sadar justru kita tak memiliki mentalitas seseorang berkarakter unggul...yang ada selamanya kita jadi penakut, dan bermental cemen.

Jika sudah bermental lemah, maka akan menjadi sulit untuk membangunkannya, yang demikian itulah yang dinamakan dengan istilah, nasi sudah jadi bubur..."lembek, dan tak berharga."

Bubur, akan sangat sulit untuk mengenyangkan, dan bubur tak sama dengan Nasi, yang membuat kita sangat yakin pada pengaruhnya yang mensugesti, "bahwa kita baru kenyang jika sudah maka nasi."

Untuk kongkritnya, agar kita bisa mengukur sudah sejauh mana kita membangun mentalitas kita, benturkan mental dan diri kita dengan keadaan-keadaan yang tak nyaman, tidak kondusif.

Nah... keadaan-keadaan shok terapi itulah, yang akan membuat mental kita akhirnya bisa menyikapi keadaan-keadaan tersebut.

Sehingga akhirnya, mentalitas kita belajar untuk beradaptasi, belajar memahami keadaan, dan akhirnya mampu menyikapi, lalu muncul mentalitas kita yang sebenarnya, mentalitas sebagai petarung kehidupan, sebagai manusia yang telah memenangkan perang, setelah teruji mentalnya.

Yaa mental kita perlu di uji, dan perlu tempaan yang terus menerus, hingga akhirnya, kita kuat secara mentalitas, sangat teruji, tangguh, kuat menyikapi keadaan, berkarakter hebat, istimewa, yang semua itu membawa sisi positif, terbangunnya kekuatan mental kita sebagai mental unggulan, yang siap memenangkan seluruh momentum kehidupan.

Mentalitas, merupakan suatu cara berpikir dan bersikap, yang akhirnya membangun karakter kita kuat dan hebat.

Dan untuk membangun mental kita tangguh, hebat, jadi luar biasa, maka cara berpikir mindset kita pun, mempengaruhi pembawaan kita dalam bertindak.

Jadilah manusia dengan mentalitas teruji, jadilah manusia yang bisa melihat masa depan dengan mengandalkan mentalitas kepercayaan diri yang besar.

Bermental maju, merupakan anugrah yang tidak semua orang miliki, bermental pejuang tangguh, pun tak semua orang punya, mereka yang mampu mengapai bendera dirinya, hingga bisa menjulang tinggi dan mampu berkibar hebat, itu karena ia memiliki mental juara.

Dan mental juara itu, pastinya akan membawa ia menjadi pemenang dalam setiap perlombaan hidup yang ia lalui.

Tak akan menjadi apapun, jika kita tak punya mental baja, dan memiliki jiwa yang lemah.

Maka bangun mental juara kita, jadilah pemenang dalam setiap momen hidup kita, warnai setiap periode diri dengan keistimewaan yang tak bisa di buat manusia lainnya.

Kita itu pemenang! Kita itu hebat, dan kita manusia Istimewa, yang terlahir kedunia, untuk mengibarkan bendera diri, hingga bisa menyapa dunia dengan pekikan kuat, "Siapa Kita ?"

Alhamdulillah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.