REFLEKSI | Kuatkan Cinta pada Sesama
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
“Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina. Takwa itu ada di sini (Rasulullah menunjuk dadanya), Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia menghina saudaranya sesama muslim. Muslim yang satu dengan yang Iainnya haram darahnya. hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)
Sehingga secara normatif Islam itu merupakan agamanya cinta, agama kasih sayang, dan sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Sesama muslim harus saling mencintai.
Sesama manusia harus saling menjaga kemanusiaannya. Dan setiap manusia harus membangun pondasi cintanya, pada sang pencipta...sehingga ketika ia mencintai penciptanya, maka ia akan mencintai semua mahluk ciptaanNya.
”Dia yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudara dalam kemanusiaan.”
Itulah kalimat yang diucapkan Khalifah Ali bin Abi Thalib, yang mengingatkan kita untuk menjaga kerukunan, dan membangun cinta pada sesama.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!