REFLEKSI | Kesayangan Tuhan
Semua serasa menghidupkan ! Semua serasa menguatkan. Tapi coba rasakan isi hatinya ?
Mereka yang tulus, ikhlas, apa adanya, jujur, dan jadi pejuang Allah dalam menegakan agama, ia di bekali keberkahan Allah. Maka tak heran, dari lisannya, Allah kuatkan hujjah yang mengesankan, dan langsung bisa menancap ke hati pendengarnya.
Hingga yang mendengar, seperti sedang disentil Allah, seperti di ingatkan, dan ia bersyukur, lalu ia mengikuti kebenaran itu.
Berbeda dengan yang memiliki kemunafikan, walau ia berilmu tinggi, bicaranya mengesankan, memukau, namun apa yang jadi hujjahnya, tak sampai masuk ke hati, tak ada bekas dari yang mendengarkannya, kata-katanya kosong dan gersang, tak jadi ilmu, dan tak jadi keberkahan bagi yang mendengarnya.
Jadilah pejuang agama Allah Maka untuk itu, kita dituntut benar, diminta memiliki keikhlasan. Keikhlasan merupakan anak tangga yang harus terus dituntut, tingkatannya hingga kita terus bisa naik makin ke atas.
Jadilah pejuang agama Allah. Maka tak ada dusta antara hati dan kata lisan kita. Hati dan lisan kita satu ikatan, satu kekuatan yang bisa menunjukan karakter kita yang sebenarnya.
Kita terus belajar meniti anak-anak tangga kebaikan. Kadang mudah menaikinya, kadang kita melorot turun. Tapi teruslah berprasangka baik pada Allah. Tak ada yang sia-sia dalam setiap upaya-upaya kebaikan kita.
Kecil-kecil lama lama menjadi bukit, merupakan satu kiasan bahwa itu bisa kita perbuat. Jangan ingin langsung besar, ketika langkah awal dalam meniti kebaikan tidak kita lakukan, itu percuma dan sia- sia. Lakukanlah semua kebaikan sesuai kadar kita di mampukan oleh Allah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!