Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026

REFLEKSI | Kesayangan Tuhan

ED
Kamis, 19 Januari 2023 | 06:24 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Kesayangan Tuhan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

JADILAH manusia kesayangan Tuhan ! Jadilah manusia yang di manja Tuhan. Jadilah manusia yang di berkahi dan diselamatkan Tuhan.

Untuk jadi manusia seperti ini, tidaklah mudah. Gelar sehebat apapun dalam bidang ilmu keagamaan, tak jadi jaminan bisa menjadi manusia dengan maqom seperti itu.

Lantas bagaimana kita mendapat anugerah untuk bisa seperti yang di atas itu ?

Maka jadilah pejuang agama Allah yang benar. Jadilah penyeru dalam semua kebaikan, dan kita bahkan, tidak bisa menyembunyikan hati, dan maksud tertentu, karena Allah tahu hal tersembunyi yang kita mau'i.

Berhadapan dengan Allah yang maha halus, gaib, tersembunyi, dan maha tahu, jangan sampai membawa topeng kemunafikan. Topeng semanis apapun kita menutupi diri kita, walau itu dengan jubah keagamaan, Allah tetap maha kuasa, mampu mengetahui maksud hati kita yang sebenarnya.

Jadilah orang yang benar. Jadilah orang yang Allah selamatkan.

Kedudukan antara orang yang benar, dan berpura-pura benar, bagai kedudukan hembusan nafas dan tarikan nafas.

Semua serasa menghidupkan ! Semua serasa menguatkan. Tapi coba rasakan isi hatinya ?

Mereka yang tulus, ikhlas, apa adanya, jujur, dan jadi pejuang Allah dalam menegakan agama, ia di bekali keberkahan Allah. Maka tak heran, dari lisannya, Allah kuatkan hujjah yang mengesankan, dan langsung bisa menancap ke hati pendengarnya.

Hingga yang mendengar, seperti sedang disentil Allah, seperti di ingatkan, dan ia bersyukur, lalu ia mengikuti kebenaran itu.

Berbeda dengan yang memiliki kemunafikan, walau ia berilmu tinggi, bicaranya mengesankan, memukau, namun apa yang jadi hujjahnya, tak sampai masuk ke hati, tak ada bekas dari yang mendengarkannya, kata-katanya kosong dan gersang, tak jadi ilmu, dan tak jadi keberkahan bagi yang mendengarnya.

Jadilah pejuang agama Allah Maka untuk itu, kita dituntut benar, diminta memiliki keikhlasan. Keikhlasan merupakan anak tangga yang harus terus dituntut, tingkatannya hingga kita terus bisa naik makin ke atas.

Jadilah pejuang agama Allah. Maka tak ada dusta antara hati dan kata lisan kita. Hati dan lisan kita satu ikatan, satu kekuatan yang bisa menunjukan karakter kita yang sebenarnya.

Kita terus belajar meniti anak-anak tangga kebaikan. Kadang mudah menaikinya, kadang kita melorot turun. Tapi teruslah berprasangka baik pada Allah. Tak ada yang sia-sia dalam setiap upaya-upaya kebaikan kita.

Kecil-kecil lama lama menjadi bukit, merupakan satu kiasan bahwa itu bisa kita perbuat. Jangan ingin langsung besar, ketika langkah awal dalam meniti kebaikan tidak kita lakukan, itu percuma dan sia- sia. Lakukanlah semua kebaikan sesuai kadar kita di mampukan oleh Allah.

Kebaikan yang kecil merupakan keberkahan, Allah mencintai proses !

Dan ketika kita semakin dimampukan oleh Allah, maka dengan sendirinya kualitas pun mengikuti.

Setelah kita terus dan terbiasa melakukan kebaikan, maka Allah akan muncul seperti terbitnya matahari dalam jiwa kita.

Maka pantas, bahwa Allah lebih dekat dari pada urat leher kita, itu tentunya untuk yang mampu merasakan bahwa Allah telah bersama kita.

Jadi jangan heran kita bisa disayang dan dimanja Allah, itu karena sebab kita disayangi Allah, dan ketika Allah sudah menampakan hal ini, maka ada keberkahan dan keselamatan yang menaungi kita,

Alhamdulillah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.