REFLEKSI | Kelahiran Kita
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
BERBAHAGIALAH manusia yang mengetahui hari lahirnya, dan ia bersyukur atas kelahirannya ke dunia. Tidak semua orang bisa mensyukuri hari kelahirannya, dan bahkan momentum memperingati hari lahir saja, menjadi polemik yang tiada habisnya.
Sebagian orang memaksakan pandangannya, mereka berani menyudutkan dan menganggap itu sebagai perbuatan mengada-ada, syirik, bid'ah, dan hal negatif lainnya, yang disematkan pada proses mengingat atau memperingati hari lahir tersebut.
Sehingga pada akhirnya, itu mempengaruhi pikiran banyak orang, membuat pengaruh yang buruk, memberi pemahaman-pemahaman yang dipaksakan ke sebagian yang lain, hingga pada titik yang diharapakan oleh mereka, kita akhirnya menganggap biasa hari dan bulan lahir kita !
Dengan demikian, hari lahir kita tak berdampak untuk kita sebagai bahan untuk berevaluasi diri, dan koreksi diri...dengan hadirnya dan semakin bertambahnya usia itu.
Ulang tahun merupakan momentum monumental, suatu proses semakin bertambahnya umur ! Ia bagaikan porosnya bumi, yang menjadi sumbu, perputaran yang tetap. Bagaikan matahari yang dikelilingi planet yang mengitarinya.
Lalu apa yang kita dapatkan dari terus berprosesnya kita ? Apa yang kita lakukan dari terus bertambahnya usia kita ? Lalu bagaimana kita menyikapi terus bertambahnya umur setiap tahunnya ?
Itu seperti pertanyaan mendasar, yang ditujukan pada manusia yang memiliki kesadaran dari ia merayakan hari kelahirannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!