REFLEKSI | Karakter Kita
Kemudian muncullah manusia dengan sikap dan karakter yang sudah "masagi," sempurna pemahamannya pada esensi-esensi, sehingga apa yang ia lihat secara kasat mata, dari berbagai perangai perwatakan beragam manusia, yang ada dalam dirinya, adalah bentuk-bentuk kasih sayang, ia seperti medan magnet, yang mampu terasa oleh siapapun tarikan magnitnya, bahkan mampu sampai menarik berbagai karakter tipe manusia yang beragam.
Dan manusia dengan karakter tritagonis seperti ini, adalah manusia langka, sebab ia memang terlahir dengan takdirnya tersendiri, yang Allah selamatkan ia dari pengaruh buruk.
Sehingga dalam hatinya, tak ada noda sedikitpun, untuk menyimpan dendam, benci, dengki, hasud, dan sifat buruk seperti umumnya manusia kebanyakan.
Maka manusia semacam ini merupakan anugrah Tuhan untuk dunia, takala ia memegang suatu amanah sebagai pemimpin, maka, "tak ada lagi dirinya," sebab, ia sudah menyatu dalam spiritnya Tuhan itu sendiri, yang menebar rasa kasih sayang, dan membangun rasa saling mencintai, dengan menghilangkan sekat atas nama agama, atas nama etnis, atas nama ras manusia.
Yang ada pada pandangan manusia tipe seperti ini adalah cinta !
Rasa cinta, dan hasratnya membangun cinta. Teruntuk cinta yang harus ia terus pupuk !
Sehingga jalan menuju cinta, mampu ia buka, dan akhirnya... melahirkan panen cinta, dari manusia lainnya yang menyadari memiliki cinta yang sama, seperti apa yang telah di contohkan oleh manusia tritagonis tersebut.
Mari kita pilih karakter kita mau seperti karakter yang mana, untuk mewarnai kehidupan kita. Semua karakter di atas, khusus yang satu dan kedua, adalah gambaran karakter yang ada pada kebanyakan manusia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!