REFLEKSI | Islam yang Suci
Dan dengan pegangan itu, umat tidak diajarkan menjadi bodoh dengan ia beragama, dan tidak pula ia diajarkan untuk berbuat hina, apalagi terjerat dosa yang tidak termaafkan, hingga Allah melaknatnya.
Sebaiknya dari adanya peristiwa bom bunuh diri ini, umat kembali harus waspada, semua komponen organisasi keagamaan harus turun mengutuk, mengecam peristiwa ini, dan melakukan statement bersama, menyuarakan Islam itu damai, Islam itu mencerahkan, dan Islam itu memuliakan kehidupan dan kemanusiaan.
Gaungkan, dan suarakan terus pernyataan bersama itu. Hingga Allah hadirkan kesadaran pada para pelaku radikalisme, dan memberi hidayah padanya, bahwa jalan yang ia pilih adalah jalan salah yang harus segera ia koreksi, dan segera kembali pada jalan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Indonesia adalah rumah bersama, rumah keberkahan seperti halnya tanah suci Mekkah, menghormati negerinya berarti mencintai seluruh keberagaman didalamnya, tak ada thogut (musuh) dan anshor thogut di sini, kedepan hati kita supaya cahaya Islam benar-benar merasup ke sukma.
Islam penting kita jaga kemuliaannya, merusak nama baik Islam berarti merusak kebenaran, mencoreng agama Allah, dan khianat pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang begitu menjaga nilai-nilai memuliakan kemanusiaan.
Kita harus bangga pada piagam Madinah yang diakui sebagai prasasti terbaik dalam membangun kehidupan berbangsa yang di dalamnya beragam kepercayaan, dimana jaminan hak asasi manusia dalam menetapkan adanya kebebasan beragama, kebebasan menyatakan pendapat, jaminan atas keselamatan harta-benda, dan larangan orang melakukan kejahatan, merupakan ajaran dan semangat Islam membangun kehidupan yang Madinah, yang harmonis, damai, bertoleransi, dan saling mengisi kebermanfaat buat negerinya, yakni Indonesia.
Semoga terwujud kesadaran bagi kita semua para warga bangsa, Indonesia butuh para para pemuda pemudi kritis yang Nasionalis, dan patriotis, juga agamis.
Hubbul wathon minal iman, adalah ajakan para kiai kita untuk mencintai tanah airnya, dan NKRI bagi kita adalah harga mati.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!