REFLEKSI | Islam yang Suci
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
PERISTIWA Bom di Polsek Astanaanyar yang menewaskan satu aparat negara, dan 10 korban terluka, sangat menyayat hati umat muslim Indonesia.
Kembali radikalisme, dengan melakukan bom bunuh diri, dilakukan oleh seorang muslim yang tercuci otaknya, hingga ia nekad meledakkan dirinya, dengan bertujuan mencelakakan manusia lainnya, yang ia anggap layak untuk dibunuh.
Kata kunci, "bisa membunuh, mencelakai," orang lain diluar golongannya, yang ia anggap thogut (musuh) dan anshor thogut, yakni pengikut thogut, merupakan doktrin yang ditanamkan pada muslim militan pelaku teror, atau teroris, sebagai sasarannya untuk dibinasakan.
Sungguh luar biasa doktrin, cuci otak dari perintah ustad yang ia ikuti, untuk melakukan pembunuhan ini !
Padahal jelas Allah sendiri, bahkan sangat membenci manusia yang melakukan pembunuhan.
Hingga peristiwa Qobil sebagai pelaku pembunuhan pertama di bumi, sampai harus Allah ingatkan di Al Qur'an, agar manusia paham, membunuh dan menumpahkan darah manusia lainnya, merupakan kekejian yang tak terampuni, hingga hukumnya adalah mendapat laknat Allah, dan Neraka Jahanam.
"Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya." (QS An-Nisa' : 93).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!