REFLEKSI | Hati dan Pikiran yang Luas
Oleh Akbar Wijaya Kusumah
"Semakin religius semakin kaku dan tertutup bahkan cepat tersinggung".
KITA sering ke mesjid, rajin salat, rajin puasa, tapi malah semakin kaku, tertutup bahkan belikan. Cepat tersinggung.
Ternyata permasalahannya bukan agama dan ajaran-ajaran Islam, juga bukan guru yang salah.
Tapi paradigma dan mindset kita yang salah. Kita hanya fokus air di se ember. Dijaga agar tetap suci. Ya capeeeee boooosss... karena cecuil najis saja air di ember jadi najis.
Coba jika kita punya airnya se kolam besar, jangankan secuil kotoran se karung bangkai tak akan membuat kolamnya najis. Apalagi jika kita memiliki hati seluas samudera, ribuan sungai takkan merubah sifatnya laut... begitu pula hati kita...
Jika sempit dan kaku, mindset dan hatinya akan menutup diri menghindari pergaulan sosial. Akan serba ketakutan. Takut salah. Takut tersinggung. Takut terluka atau melukai...hehe you become what you think about.... ( kamu akan jadi seperti apa yang kamu pikirkan)
Jika hati kita luas maka, sikap dewasa dan bijak, bahkan familiar akan di dapat. Jika hatimu sempit, maka sikap takut dan ketakutan, bahkan menutup diri yang berujung mudah menghukumi sesama.
Ingat! Sekecil apapun perahu akan terus berlayar jika air tak masuk ke dalam perahu. Jadi semakin luas kolam atau hati kita, tak kan mudah tercemar oleh stimulus atau pengaruh dari luar. ***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!