REFLEKSI | Disangsikan Malaikat Diagungkan Tuhan
Dari apa yang Allah tegaskan pada malaikat, bahwa Allah tahu apa yang malaikat tidak tahu, merupakan suatu penegasan bahwa Allah mempersiapkan manusia, untuk menjadi mahluknya yang mulya, terhormat, tinggi ahlaq dan derajatnya, sehingga Allah terus menjaganya dengan penjagaan yang sangat kuat, bahkan menyatu dengan ciptaanNya, yakni kita manusia, seperti firman Allah, dalam...
Al Quran Surat Al-Baqarah Ayat 186: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku adalah dekat.
Dan pada surat Qaaf, ayat 16, Allah berfirman : “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”
Allah membentengi manusia dengan Ia sendiri selalu dekat dengan ciptaannya, tak sedikitpun Allah meninggalkan manusia barang sekejap, karena Allah menjaga mahluk yang Ia banggakan dari malaikat dan iblis itu dengan segenap kecintaanNya.
Cinta Allah pada mahluk yang bernama manusia, yang seringkali malah lupa pada penciptaannya, sungguh sangatlah besar, dan indah.
Bahkan untuk mereka yang telah tersesat jalan hidupnya, telah menjauh dari Allah, namun, ketika mereka tersadar dan bertaubat, Allah malah menyatakan Ia mencintai orang-orang yang bertaubat !
Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam bersabda: "Tatkala Allah menciptakan makhluk, Allah telah menuliskan dalam kitab catatan-Nya yang berada di sisi-Nya di atas arsy bahwa sesungguhnya kasih sayang-Ku mengalahkan murka-Ku." Hadist pendek ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab Bad'ul Khalqi.
Manusia adalah mahluk pertengahan, ada dalam dirinya ketaatan seperti ketaatannya malaikat, dan ada dalam dirinya potensi pembangkangan, seperti halnya iblis. Maka ketika manusia dewasa, yang sudah akil baligh bisa berpikir secara bijak, kritis, dan sudah kuat pemahaman keagamaannya, kita tak akan terjebak pada perilaku iblis yang menyesatkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!