REFLEKSI | Dinista Menjadi Kuat
Bersyukurlah kita mendapatkan ujian penistaan, hujatan, bullyan, dan ini merupakan tanda bahwa kita sedang jadi bahan perhatian, ada mata-mata yang menjadi pengawas gerak gerik kita, dan ia mencari celah meruntuhkan moril kita, dengan apa yang ia bisa lakukan.
Tetap istiqamah mengerjakan apa yang terbaik menurut kata hati kita, kata hati kitalah yang membantu kita memiliki pandangan dan keteguhan, serta kekuatan membangun spirit moralitas diri ini.
Jadikan hati penasehat kita, ketika kita dalam situasi ini. Bertanyalah pada hati apa yang terbaik untuk kita lakukan. Insyaallah hati kita akan membangunkan karakter kita yang tidak bisa di setir, atau di pengaruhi hal yang tak membangun kepribadian tangguh kita.
Bangun kedekatan komunikasi dengan Allah melalui doa-doa yang bisa kita panjatkan. Hadirkan doa sebagai jembatan penghantar jiwa agar kita selalu dalam kasih sayang dan pertolongannya.
Tunjukan ketaqwaan kita pada sang pemilik hidup, karena Dialah yang mampu memberi kekuatan spiritual pada setiap manusia yang Ia kehendaki, untuk menjadi manusia pilihannya.
Dinista menjadi kuat, merupakan jalannya orang-orang pilihan. Dinista menjadi berkarakter merupakan ciri dari manusia pilihan.
Dinista tak akan membuat kita lemah, dan jatuh terpuruk, untuk manusia tangguh yang sudah sampai pada tahap sabar dan memiliki keikhlasan.
Ada senyuman dan doa saat kita disakiti. Ada kebeningan hati justru yang terpancar ketika kita dilukai.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!