REFLEKSI | Dalamnya Laut Dapat Diukur, Dalamnya Hati Siapa Tahu
Oleh Idat Mustari
RASULULLAH SAW. bersabda, “Sesungguhnya nikmat Allah kepada kita mempunyai musuh, ”Siapa musuh itu wahai Rasululah?” Beliau menjawab. “Mereka yang iri dan dengki kepada manusia karena nikmat Allah yang telah diberikan kepada manusia.”Dengan demikian, selama nikmat Allah turun ke muka bumi ini, maka akan selalu ada orang yang iri dan dengki".
Dalam kehidupan akan selalu ada orang yang iri dan dengki pada orang lain. Karena itu, jika kita memperoleh nikmat atau karunia, percayalah akan selalu ada orang yang iri bahkan dengki.
Itulah kemudian ada nasihat katanya,"Jika dirimu menceritakan tentang karunia yang kamu peroleh kepada orang lain, jika orang dihadapan dirimu berhati baik, ia akan turut bahagia, tetapi jika yang dihadapanmu punya hati yang tidak baik atau kedengkian, maka ia akan sangat tidak bahagia bahkan ia akan berusaha mencari saat yang tepat untuk menjatuhkanmu".
Kita adalah manusia yang kemampuannya sangat terbatas. Kita tidak akan pernah bisa menebak jauh kedalaman hati manusia, seperti pribahasa, "Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa tahu".
Kita tidak akan pernah tahu apakah orang yang diajak bicara itu berhati baik atau tidak. Kita hanya punya harapan bahwa tidak salah dengan siapa kita bicara.
Oleh karena keterbatasan kita dalam menebak hati orang, apakah dengki atau tidak. Kita diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk meminta perlindungan-Nya dari orang yang dengki, seperti terdapat dalam Al-Quran : "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki". (QS. Al Falaq : 5).
Tentu selain berdoa kepada Allah SWT,maka kita pun diharuskan untuk berhati-hati dalam melangkah, jangan sampai ke tepian jurang, sebab bagi pendengki itulah waktu dan kesempatan terbaik untuk mendorong kita jatuh ke jurang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!