REFLEKSI | Bila Nafsu Datang
Sehingga akhirnya, untuk kembali menjadi penduduk surga, kita pun anak cucu Adam, harus di uji dengan Nafsu kembali, dan dengan Quldi-quldi lainnya, yang kenikmatannya bisa membuat kita mabuk kepayang, dan membuat kita lupa pada tujuan kita, untuk kembali menjadi manusia Surga.
Untungnya aib kita itu, hanya terbaca oleh diri sendiri setelah kejadiannya.
Untungnya Allah masih memberi kita paham, bisa merenungi setelah peristiwa terjadi, dan dari sini, akhirnya kita bisa belajar dari kesalahan diri.
Lalu apakah akhirnya, mau kita ambil pembelajaran itu, atau memang bodoh kita tak melihat kesalahan diri, sebagai sebuah catatan hikmah, untuk kita pakai sebagai refleksi.
Tapi yaa dasar manusia, selalu tak bisa mengerem, saat nafsu datang menggoda kembali, kita malah lupa buat mematikan mesin diri, eh diri kita, raga badag ini malah ikut digas, dan kita berkelana kembali bersama nafsu, memainkan ritme-ritme dosa, yang membuat kita masuk kembali, dalam lubang yang sama, menjalankan dosa berkelanjutan.
Seperti itulah nafsu menggoda manusia yang lemah prinsip dan pendirian. Ia hanya mencari dan menggoda manusia yang siap melupakan potensi dirinya.
Melawan nafsu yaa harus berstrategi. Kita harus selalu menghidupkan hati, membangun kekuatan potensi sinyal diri agar terus kuat dan memiliki benteng diri.
Biarkan nafsu menari-menari di kepala kita. Jangan ditanggapi, dan jangan di keproki, karena kita tak sedang menikmati pertunjukannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!