REFLEKSI | Bila Nafsu Datang
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
MENGHADAPI nafsu kita mesti selalu tersadar. Saat nafsu memaksa, maka lemahkan diri kita.
Lemahkan potensi jasmani kita, lemahkan potensi raga kita. Biarkan kita persilahkan si nafsu untuk maju sendiri. Biarkan ia serasa memenangkan perangnya, namun itu hanya dalam alam dan ruang imajinasi.
Sebab... Bila gayung bersambut, dan kita terajak bisikan hawa nafsu, maka alamatnya, kita yang akan merugi, bahkan bisa jadi rugi besar, jadi buntung, dan bikin sial.
Nafsu itu selalu memainkan gas andrenalin, kitanya yang bodoh selalu merasa tertantang !
Dipikirnya, kita di bawa menjadi hebat oleh nafsu ! Menjadi orang yang pertama memotong kue kenikmatan.
Padahal setelah itu dilakukan, kita terlihat bodohnya! Nafsu sesaat, telah membuat rugi berkepanjangan.
Lihatlah Nabi Adam, bapak moyang kita, memakannya sekejapan, buah khuldi telah membuat ia dan anak cucunya, harus terbuang menjadi penduduk bumi, bukan terus menjadi penduduk surga.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!