REFLEKSI | Betulkah Islam Anti Kritik ?

ED
Minggu, 8 Mei 2022 | 07:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Betulkah Islam Anti Kritik ?

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

ISLAM saat awal diperkenalkannya oleh Rasulullah, sudah sarat dengan kritikan, cemoohan, bahkan sampai di perangi, hingga Nabi SAW harus hijrah ke Madinah, sebagai tempat beliau membangun potensi kekuatan umat yang di persaudarakan, antara kaum Anshar dan Muhajirin.

Kritikan dari para orang musyrikin, Nabi SAW mampu bantah dengan penjelasan yang brilian mencerdaskan, dan ahlakul karimah Nabi yang membawa keteduhan, akhirnya memikat hati para kaum musyrikin yang sebelumnya memerangi menjadi mencintainya.

Lihat kala Sayidina Umar bin Khattab ingin menghabisi Nabi. Dengan membawa segenap kebenciannya, dan tanda tanyanya pada ajaran Islam yang Nabi bawa.

Apa yang Sayidina Umar simpan dalam hatinya ? Berbagai pertanyaan, kritikan, dan balutan rasa emosi yang meledak-ledak, yang tak bisa diredam oleh siapapun, termasuk oleh adiknya sendiri, Fathimah bin Khathab, yang harus kena pukulannya sampai berdarah. Lalu ia meminta Sa’id bin Zaid dan juga Khabbab bin Al-Arat, yang sedang membacakan surat Thaha saat itu untuk memperlihatkan apa yang ia baca.

Kemudian Fathimah memberikan lembaran yang berisi surat Thaha tersebut kepada Umar. Ketika Umar membaca awal suratnya, ia berkata, "Betapa indahnya dan mulianya perkataan ini!" Khabbab yang mendengar Umar berkata seperti itu, langsung menyampaikan bahwa Rasulullah pernah berdoa agar Umar masuk Islam. Lalu ia langsung mengajak Umar untuk bersegera bertemu dengan Rasulullah.

Itulah sosok Umar, seorang yang tak gampang mempercayai apa yang di bawa oleh Rasulullah sebelumnya, setelah ia membaca surat Thaha, hatinya luluh, dan mendapat kebenaran dari Allah langsung.

Kritikan terhadap Islam dan umat Muslim, sudah ada sejak jaman Nabi mensyiarkan Islam itu sendiri. Tak hanya kritikan, ejekan, cemoohan, dan prasangka buruk adalah hal biasa yang Nabi hadapi dengan legowo ! Ingat peristiwa Thoif ? Ingat peristiwa Isra mi'raj? Semua menunjukan peristiwa penyangkalan dakwah Nabi SAW, dan kebenaran yang awalnya di ingkari, namun bisa Nabi SAW selesaikan satu persatu, dengan elegan, tanpa emosi, malah untuk masyarakat Thoif yang sangat keras penolakannya pada dakwah Nabi SAW, hingga Nabi dilempari sampai berdarah, yang Nabi lakukan adalah mendoakan mereka dengan keberkahan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.