REFLEKSI | Amal Kita
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
COBA di ingat-ingat, apa yang telah kita lakukan dalam catatan pribadi kita untuk amalan kebaikan yang telah kita lakukan pada satu hari yang telah kita lewati !
Apakah kiprah kita berdampak amal baik, tidak berdampak, atau malah berdampak amal buruk. Kemudian bagaimana dengan kitanya sendiri ?
Jadilah orang yang beruntung kata Nabi SAW p, siapa orang yang beruntung itu ?
Orang yang beruntung itu adalah orang yang keadaan dirinya, terus memperbaiki kualitas kepribadiannya, kualitas pemahamannya, kualitas keilmuannya, kualitas amal baiknya, dan kualitas tingkat kesalehan dirinya, baik soleh secara pribadi, maupun pengaplikasiannya dalam membangun kesalehan sosialnya.
Jadi ingatlah pesan Nabi kita Muhammad SAW, untuk setiap individu yang ber-Islam, yang yakin pada Allah, dan mau menjadi manusia terbaik yang beruntung serta bisa bermanfaat untuk orang lain, itu di tandai, ia mau belajar dalam memproses dirinya, untuk bisa menjadikan manusia yang keadaan dirinya pada hari ini, lebih baik dari hari sebelumnya.
“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR. Al Hakim).
Demikian itu pesan Nabi SAW memberi pemahaman yang harusnya menjadi pegangan seluruh umat Muslim.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!