IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Amal Kita

ED
Selasa, 25 Oktober 2022 | 08:09 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Amal Kita

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

COBA di ingat-ingat, apa yang telah kita lakukan dalam catatan pribadi kita untuk amalan kebaikan yang telah kita lakukan pada satu hari yang telah kita lewati !

Apakah kiprah kita berdampak amal baik, tidak berdampak, atau malah berdampak amal buruk. Kemudian bagaimana dengan kitanya sendiri ?

Jadilah orang yang beruntung kata Nabi SAW p, siapa orang yang beruntung itu ?

Orang yang beruntung itu adalah orang yang keadaan dirinya, terus memperbaiki kualitas kepribadiannya, kualitas pemahamannya, kualitas keilmuannya, kualitas amal baiknya, dan kualitas tingkat kesalehan dirinya, baik soleh secara pribadi, maupun pengaplikasiannya dalam membangun kesalehan sosialnya.

Jadi ingatlah pesan Nabi kita Muhammad SAW, untuk setiap individu yang ber-Islam, yang yakin pada Allah, dan mau menjadi manusia terbaik yang beruntung serta bisa bermanfaat untuk orang lain, itu di tandai, ia mau belajar dalam memproses dirinya, untuk bisa menjadikan manusia yang keadaan dirinya pada hari ini, lebih baik dari hari sebelumnya.

“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR. Al Hakim).

Demikian itu pesan Nabi SAW memberi pemahaman yang harusnya menjadi pegangan seluruh umat Muslim.

Amalan baik kita merupakan shodaqoh kita pada kehidupan, dalam menjaga semesta, untuk membangkitkan bibit-bibit kebaikan lainnya yang dimiliki setiap individu diluar diri kita.

Kebaikan kita adalah pemicu muncul dan tumbuhnya kesadaran pada individu-individu diluar diri kita, yang berdampak menjadi kebaikan juga, yang menjalar, menumbuhkan, menginspirasi, hingga ditiru dan dilakukan orang lain, itu sebagai bukti, bahwa kebaikan kita menarik kebaikan lainnya, seperti halnya magnet yang mampu menarik kutub-kutub magnetik hingga mampu menempel.

Amal baik merupakan medan magnet yang kuat, yang akan menjadi sumber potensi yang mengerakan kebaikan lainnya, amal baik seperti dinamo yang bisa mengerakkan mesin-mesin motor sehingga mampu tergerakkan, dan membawa manfaat.

Maka untuk setiap kita yang sedang terus berproses, kebaikan amal kita, selalu Allah sambut dengan keberkahan yang Allah berikan pada si pembuat kebaikan itu sendiri. Maka jangan bersedih ketika kebaikan kita kurang disambut, kurang dihargai, bahkan diabaikan.

Cukup niatkan, apa yang kita berikan dalam bentuk kebaikan untuk manusia, adalah hanya untuk dipersembahkan semuanya kepada Allah.

Maka jika kita memiliki prinsip, bahwa kebaikan amal saleh kita hanya untuk Allah, bagaimanapun manusia memperlakukan kebaikan amal baik kita, tak akan kecewa kita karenanya, sebab... kita akan selalu merasa bahagia, karena kita telah mempersembahkan yang terbaik hanya diniatkan padaNya, Allah SWT semata.

Kebaikan terhebat adalah kebaikan amal saleh kita untuk kita taburkan pada setiap mahluk hidup, pada manusianya, hewan, tumbuhan, dan alam yang kita diami.

Dan dengan demikian, kebaikan kita tidak tersekat pembatas apa itu oleh keyakinan yang berbeda, oleh warna kulit, etnis dan lain sebagainya. Kebaikan akan berwujud suatu kebermanfaatan, yang dirasa oleh hati, teraba oleh rasa, dan diakui oleh logika manusia yang menerima kebaikannya.

Maka sebagai manusia yang tahu diri, ucapkanlah rasa terima kasih kita kepada siapapun manusia yang telah menjunjung tinggi dan mengamalkan amal saleh kebaikan yang bermanfaat bagi kemanusiaan, seperti pada mereka yang menjadi pahlawan bagi adanya negeri ini, para orang-orang saleh yang telah menebarkan bibit-bibit generasi saleh berikutnya, dalam semua lintas agama dan keyakinan yang berbeda.

Ucapan terima kasih kita juga merupakan pembuka pintu kesadaran hati nurani kita, di sana ada pintu kepekaan bathin kita, yang akan membuka pintu kebahagian.

Dan amal saleh kebaikan yang kita lakukan, adalah pembuka kebahagian kita, selain kitanya sendiri, memiliki kekuatan laksana magnet yang kuat menarik hati manusia, dan kuat pula menarik perhatian Allah.

Alhamdulillah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.