REFLEKSI | Ada Lilin dalam Hati Kita
Artinya, kita belajar pada diri kita sendiri, ini khusus untuk mereka yang telah jiwanya tercerahkan, hatinya telah terbuka.
Satu lagi pesan Jalaludin Rumi, "Ada lilin di dalam hati Anda, siap untuk dinyalakan. Ada kekosongan dalam jiwa Anda, siap untuk diisi."
Sungguh kesadaran diri yang tak lepas dari hanya Allah lah yang maha besar, dan berpengatahuan, ia (manusia) yang sangat tahu diri, mampu menempatkan diri sebagai manusia yang tak lepas dari mengharap bantuan dan pertolongan Allah.
Pembelajaran dari dalam sebagaimana yang Rumi katakan seperti itu, senantiasa terkait kesadaran dan kesiapan kita, untuk menjemput pemantik apinya, agar bisa menyalakan lilin yang ada dalam diri kita masing-masing.
Kemudian rasa malu, merasa diri kita kecil, bodoh, merupakan bentuk kesadaran, adanya rasa tahu diri, yang akan menjadikan jalan kemudahan, bagi kita dalam upaya mencari keluasan ilmu, dan semangat untuk mendapatkannya, dengan mendatangi mereka, orang-orang yang memiliki Nur Allah, dari orang-orang yang sudah di beri keberkahan pencerahan jiwa, oleh Nya.
Carilah oleh kita sumber mata air itu. Hidupkanlah lilin yang sudah ada dalam hati kita. Isi kekosongan jiwa kita dengan pemahaman yang melembutkan, dan mendatangkan cahaya.
Setiap ilmu dan pemahaman itu, hanya milik Allah semata saja. Semoga Allah memudahkan kita dalam mendapatkan orang yang tepat, yang bisa menghilangkan haus dan dahaga kita, atas ilmu yang bermanfaat yang kita cari, aamiin.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!