Ratusan Santri di Sukabumi Diduga Keracunan, Sisa Makanan Diperiksa

Desi Rossilawati Andri Somantri
Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:56 WIB
Bagikan
Ratusan Santri di Sukabumi Diduga Keracunan, Sisa Makanan Diperiksa

Santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, diduga mengalami keracunan makanan./visi.news/Andri.

VISI.NEWS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa di laboratorium terkait kejadian dugaan keracunan yang dialami ratusan santri pondok pesantren Baiti Jannati, di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu. 

“Kami dari Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan epidemiologi, juga mengambil sampel-sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan bakteri apakah yang menjadi penyebab,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah.

Ida menuturkan, sampel yang diperiksa terdiri dari muntahan santri, serta sisa makanan yang disajikan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi santri di hari Jumat (14/8/2026) siang. 

“Sampel yang diperiksa muntahan, sama sisa-sisa makanan, sayuran, tempe, telur,” ujarnya.

Ida menambahkan, susu kotak yang disajikan dalam menu MBG turut dijadikan sampel untuk diperiksa. Selain itu, sisa makanan yang masih berada di dapur pondok pesantren juga turut diperiksa. “Semua termasuk makanan yang ada di dapur pondok pesantren,” kata Ida.

Pemeriksaan terhadap sampel makanan dilakukan di laboratorium Kota Sukabumi dan laboratorium Provinsi Jawa Barat. Adapun perkiraan keluarganya hasil pemeriksaan sekitar satu minggu.

Dengan demikian, Dinas Kesehatan belum dapat memberikan kesimpulan penyebab dugaan keracunan tersebut. “Harus dipastikan dengan data penunjang laboratorium yang kuat untuk memastikan penyebabnya, kalau bakteri-bakteri apa,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, diduga mengalami keracunan makanan. Mereka mengalami mual, muntah hingga merasakan sakit perut.

kejadian tersebut bermula pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, diawali santri yang mengeluhkan pusing, Selanjutnya ketika malam, banyak santri yang muntah-muntah. Lalu pada Sabtu (15/8/2026) subuh, semakin banyak santri yang mengalami kondisi tersebut.

Pihak ponpes kemudian membawa para santri ke puskesmas Cikundul. Karena jumlahnya yang semakin banyak, santri dirujuk ke RSUD Al-Mulk serta RSUD R Syamsudin SH atau RS Bunut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.