Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid Soroti Persiapan Haji 2026
“Tahun lalu masih ditemukan pesawat yang melampaui batas usia tersebut, dan hal itu menyebabkan insiden teknis hingga pendaratan darurat di India dan Qatar. Karena itu, kami minta agar tahun ini pengawasan lebih ketat agar jemaah benar-benar terlindungi,” ujar Hidayat yang juga merupakan wakil rakyat dari Dapil Jakarta II. Ia meminta agar pihak yang bertanggung jawab dapat memastikan bahwa pesawat yang digunakan untuk membawa jemaah haji memenuhi standar keselamatan yang ketat.
Dalam rapat tersebut, Hidayat juga mengusulkan agar Kementerian Haji dan Umrah memperluas peran mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Timur Tengah untuk menjadi tenaga musiman selama musim haji. Menurutnya, mahasiswa yang sudah memahami bahasa Arab dan budaya lokal memiliki potensi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaah. "Mahasiswa kita di Timur Tengah sudah memahami kultur, bahasa, dan dinamika di lapangan. Selain itu, mereka bisa membantu kegiatan mahasiswa dan organisasi di sana. Karena itu, proporsi tenaga musiman dari kalangan mahasiswa perlu ditingkatkan," ungkap Hidayat.
Selain itu, Hidayat menyoroti kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi negara pengirim jemaah haji lebih dari 100 ribu orang hanya boleh bekerja sama dengan dua syarikah (perusahaan penyelenggara layanan haji). Ia mempertanyakan perubahan kebijakan ini, mengingat pada tahun sebelumnya Indonesia masih bekerja sama dengan delapan syarikah meskipun mengirim lebih dari 200 ribu jemaah. “Kami ingin kejelasan, apakah ini aturan baru? Karena tahun lalu, meski Indonesia mengirim lebih dari 200 ribu jamaah, kita masih bekerja sama dengan delapan syarikah. Sekarang hanya dua, dan salah satunya sempat menuai kritik di periode sebelumnya,” ujar Hidayat.
Komisi VIII DPR RI, dalam rapat kerja kali ini, juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan baik. Hidayat menyebutkan bahwa aspek-aspek penting seperti pelayanan, transportasi, dan akomodasi harus dipersiapkan dengan matang agar para jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman dan nyaman, sesuai dengan prinsip keistitoahan, yaitu kemampuan dan kelayakan ibadah jemaah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!