Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

RAMADANAN | Puasa Menghidupkan Hati

ED
Jumat, 7 Maret 2025 | 09:24 WIB
Bagikan
RAMADANAN | Puasa Menghidupkan Hati

Oleh Idat Mustari

ADA orang yang satu ketika hatinya sedang sakit (Qalbun maridh) bahkan mati (Qalbun mayyit). Salah satu tanda seseorang hatinya sedang sakit adalah kehilangan kemampuan merasakan rasa orang lain. Jika telah mati hatinya, maka matilah perasaanya.

Karena kehilangan kemampuan merasakan orang lain. Ucap dan prilakunya seenak dirinya sendiri,  tak peduli perasaan orang lain. Kalau berucap seenak lidahnya, tak peduli apakah orang lain tersayat hatinya atau tidak. Jika bertindak seenak dirinya, tak peduli apakah orang lain menderita atau tidak.

Padahal Rasulullah saw pernah bersabda,”Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga dan kematian mendatanginya dalam kondisi dia beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir, maka hendaklah dia bersikap kepada orang lain dengan sikap yang ingin dia dapatkan dari orang lain.” (HR. Muslim no. 8442.)

Hadits ini mengingatkan kita tentang rasa. Rasakan tentang orang lain, sebagaimana yang kita ingin orang lain rasakan tentang kita. Berbicara kepada orang lain sebagaima kita ingin diajak berbicara atau dibicarakan.

Ini adalah cara memperlakukan orang lain dengan baik. Imam Jafar Ashidiq berkata,” Jika dirimu ingin melihat kedalaman agama seseorang, jangan dirimu melihat dari shalatnya atau puasanya tapi lihatlah bagaimana dia memperlakukan orang lain.”

Bulan Ramadhan dengan amalan puasanya pun adalah melatih rasa. Bukan sekedar menahan makan dan minum melainkan bagaimana seseoang merasakan lapar dan hausnya orang karena tak ada makanan dan minuman. Mereka yang berpuasa hakikatnya sedang dilatih rasanya agar kembali memiliki kemampuan merasakan rasa orang lain, yang boleh jadi kemampuan merasakan rasa orang lain telah hilang di hati.

Sungguh siapun yang bisa merasakan orang lain maka hatinya hidup. Karena hatinya hidup maka ia bisa memperlakukan orang lain dengan baik. Hanya seorang muslim yang baik yang bisa memperlakukan orang lain dengan baik.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.