RAMADANAN | Mengintip Kehidupan Sederhana Gus Baha di Pesantren LP3IA Rembang
VISI.NEWS | REMBANG - Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, terdapat sebuah oasis ketenangan dan keilmuan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, yang didirikan oleh K.H. Ahmad Bahauddin, atau lebih dikenal sebagai Gus Baha, merupakan simbol dari kehidupan yang bersahaja namun penuh dengan kekayaan rohani.
Gus Baha, seorang ulama NU yang terkenal dengan keahliannya dalam tafsir Al-Qur’an, memilih untuk menjalani kehidupan yang sederhana bersama para santri yang berdedikasi menghafal kitab suci tersebut. Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1964 ini, tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama tetapi juga menjadi rumah bagi tradisi dan budaya yang kaya.
Potret Kehidupan di Pesantren LP3IA
Pola pendidikan di Pesantren LP3IA ini holistik dengan jenjang pendidikan mulai dari madrasah diniyah hingga madrasah aliyah, LP3IA menawarkan pendidikan yang lengkap bagi para santrinya.
Di pesantren ini ada gedung besar ini menjadi pusat kegiatan, tempat berkumpulnya santri, dan penyelenggaraan acara-acara penting, namanya Aula Mbah Nur.
Di gedung ini menjadi pusat interaksi para pengajar dan santrinya, begitu juga antara santri. Para santri setelah mendapatkan pelajaran baru tak jarang terlihat menghapalkannya di sudut-sudut aula ini.
Selain Aula Mbah Nur, di pesantren ini jug ada sebuah gedung Aula Mbah Nik. Sebuah gedung bertingkat yang digunakan untuk menerima tamu dan sebagai aula khusus.
Terdapat juga gedung untuk pondokan santri putra dan putri. Asrama laki-laki dan perempuan yang terpisah menegaskan pada nilai-nilai tradisional dan privasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!