Rahmat Saleh Soroti Data Kerusakan Pertanian Pascabanjir, Desak Penanganan Terpadu dan Anggaran Prioritas
Terkait pemulihan lahan pertanian, Rahmat menyoroti banyaknya sawah yang rusak berat akibat perubahan alur sungai dan timbunan lumpur tebal. Untuk kondisi tersebut, ia menilai diperlukan dukungan alat berat agar lahan dapat segera kembali produktif.
Rahmat juga mendorong adanya kompensasi atau bantuan pengganti bagi petani yang gagal panen akibat banjir, agar mereka tetap mampu bertahan secara ekonomi hingga musim tanam berikutnya.
Di sektor kehutanan, Rahmat mengingatkan pentingnya perubahan pendekatan rehabilitasi hutan dan lahan. Menurutnya, pemulihan tidak cukup hanya mengejar jumlah bibit, tetapi harus berbasis restorasi lanskap yang sesuai dengan karakter wilayah dan melibatkan masyarakat lokal.
Ia juga mendukung moratorium serta peninjauan ulang izin di kawasan rawan bencana demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencegah bencana serupa terulang di masa depan.
Sementara di sektor kelautan dan perikanan, Rahmat menyoroti dampak banjir terhadap pembudidaya ikan, termasuk di Danau Maninjau dan Danau Singkarak, di mana banyak keramba dan kolam rusak serta hanyut.
Ia menegaskan perlunya penanganan terpadu lintas sektor dan penetapan anggaran prioritas agar pemulihan kehidupan masyarakat terdampak dapat berjalan cepat dan berkelanjutan. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!