PWI Kabupaten Bandung dan Diskominfo Perkuat Sinergi Lewat Konsolidasi
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persepsi diskriminasi dalam kemitraan media muncul seiring dengan keterbatasan fiskal daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, memengaruhi skema anggaran publikasi.
Selain itu, sebagian pihak menilai Diskominfo lebih memprioritaskan media arus utama. Namun, ia menegaskan bahwa Diskominfo menjaga konsistensi proporsi anggaran dari tahun ke tahun.
“Kami memahami pandangan tersebut. Namun, data anggaran menunjukkan pola kemitraan yang relatif konsisten,” ujarnya.
Pada tahun anggaran 2025, Diskominfo Kabupaten Bandung mencatat penurunan signifikan dana kemitraan media. Penurunan tersebut terjadi secara menyeluruh dan berdampak pada seluruh mitra.
Di sisi lain, kebijakan fiskal nasional juga memengaruhi besaran dana transfer pusat ke daerah. Kondisi ini mempersempit ruang fiskal Kabupaten Bandung.
“Pengurangan anggaran tidak menyasar kelompok tertentu. Seluruh mitra merasakan dampaknya secara proporsional,” tegasnya.
Sejak 2017, Diskominfo Kabupaten Bandung terus membenahi administrasi kemitraan media. Langkah ini bertujuan menciptakan tata kelola yang tertib, transparan, dan terukur.
Saat ini, Diskominfo mengelola relasi media melalui tiga pendekatan utama. Pendekatan tersebut meliputi komunikasi personal, kerja sama formal dengan perusahaan media, serta sinergi melalui organisasi profesi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!