Putin Ucapkan Selamat kepada Trump atas Kemenangan Pilpres AS
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 8 November 2024 | 20:40 WIB
VISI.NEWS | RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah menyampaikan ucapan selamat kepada Donald Trump yang memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat. Meskipun Kremlin sebelumnya menyatakan bahwa Putin tidak memiliki rencana untuk memberikan ucapan selamat langsung kepada pemimpin baru AS, laporan dari Newsweek yang dikutip Kamis (7/11/2024) mengungkapkan bahwa ucapan tersebut disampaikan melalui seorang perantara, meski identitas perantara tersebut tidak diungkapkan.
"Perwakilan dari otoritas dan elit Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, mengucapkan selamat kepada presiden AS ke-47 melalui kenalannya," tulis media itu berdasarkan seorang sumber yang merupakan pejabat 'tingkat tinggi' di parlemen.
Laporan ini menunjukkan adanya perbedaan dengan sikap resmi Kremlin, yang sebelumnya menegaskan bahwa Presiden Vladimir Putin belum menyampaikan ucapan selamat kepada Donald Trump atas kemenangan pemilu AS. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Kremlin memilih untuk tidak mengucapkan selamat karena adanya ketegangan yang meningkat antara kedua negara.
Selain Putin, sejumlah pejabat Rusia lainnya dikabarkan turut mengucapkan selamat kepada Trump, termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev, yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Rusia.
"Trump punya satu kualitas yang berguna bagi kita. Dia pengusaha sejati, dia sangat benci menghabiskan uang untuk orang yang hanya ikut-ikutan dan orang yang tidak punya tujuan," ujar Medvedev.
Ketua Dewan Sberbank, German Gref, serta pimpinan parlemen Rusia Valentina Matviyenko dan Vyacheslav Volodin, dilaporkan turut memberikan ucapan selamat kepada Donald Trump atas kemenangannya. Selain itu, CEO Russian Direct Investment Fund (RDIF), Kirill Dmitriev, dalam wawancara dengan Politico, menyatakan bahwa terpilihnya kembali Trump memberikan kesempatan baru untuk memperbaiki hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat.
"Orang Amerika biasa sudah lelah dengan kebohongan, ketidakmampuan, dan kedengkian yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintahan Biden," ungkap Dmitriev yang dilaporkan memiliki 'hubungan pribadi' dengan menantu Trump, Jared Kushner. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!