Putin Desakkan Sistem Pembayaran Alternatif untuk Gantikan Dolar di KTT BRICS
ED
Editor
Shinta Dewi P
Kamis, 24 Oktober 2024 | 22:55 WIB
VISI.NEWS | RUSIA - Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara resmi membuka KTT BRICS dengan mengungkapkan perlunya sebuah sistem pembayaran internasional alternatif yang bisa menghindarkan konsekuensi negatif penggunaan dolar AS sebagai alat politik.
Dalam pernyataannya di KTT BRICS yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada Kamis (24/10/2024), Putin menyebut, "Dolar digunakan sebagai senjata. Kami benar-benar melihat bahwa memang demikian. Saya pikir ini adalah kesalahan besar oleh mereka yang melakukan ini,".
Putin juga mengungkapkan bahwa sekitar 95% dari total perdagangan antara Rusia dan China kini dilakukan dalam mata uang rubel dan yuan.
Namun, beberapa anggota BRICS, terutama Brasil dan India, menunjukkan kecemasan terkait upaya mendedolarisasi ekonomi global, karena mereka tidak ingin klub mereka bertransformasi menjadi pro-Tiongkok dan anti-Barat.
Rusia aktif berusaha menciptakan infrastruktur pembayaran dan penyelesaian yang dapat beroperasi di luar sistem pembayaran Swift yang berbasis di Belgia.
Inisiatif dedolarisasi menjadi salah satu usulan paling nyata yang mungkin dihasilkan dari pertemuan puncak ini, memberikan Putin kesempatan untuk tampil di arena internasional sejak invasi Rusia ke Ukraina pada bulan Februari 2022.
KTT ini dihadiri oleh sembilan negara anggota BRICS, termasuk Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Meskipun demikian, komunike yang dihasilkan mencerminkan bahwa sedikit kemajuan telah dicapai terkait sistem pembayaran alternatif yang dicetuskan oleh Putin. Dokumen akhir KTT hanya menyebutkan secara singkat rencana perdamaian Brasil-Tiongkok untuk Ukraina, sembari menyampaikan kritik yang lebih kuat terhadap Israel terkait situasi di Gaza. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!