PSSI dan Amartha Diskusikan Dukungan Bagi Sepak Bola Indonesia di Masa Depan
VISI.NEWS | SURAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), prosperity platform yang menghadirkan layanan keuangan inklusif untuk ekonomi akar rumput melalui teknologi dan prinsip keberlanjutan bertemu dan membicarakan dukungan untuk persepakbolaan Indonesia ke depan. Pertemuan tersebut berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, akhir pekan kemarin. Hadir pada kesempatan ini Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan Founder Amartha serta sejumlah media setempat.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan dirinya kerap berdiskusi dengan Andi Taufan tentang cara agar bisa terus mendorong ekonomi masyarakat Indonesia di era digital, terutama untuk para pengusaha UMKM.
Erick dan Andi Taufan sepakat akan pentingnya inovasi di era digital, seperti penggunaan artificial intelligence (AI) dan ChatGPT yang saat ini ramai digunakan.
"Memang ada banyak pro dan kontra, tapi yang terpenting adalah bisa menyesuaikan dengan model bisnis dan memanfaatkan kecanggihan teknologi itu untuk memudahkan usaha kita," tutur Erick.
Jika perekonomian tumbuh, pengusaha digital seperti Amartha sehat, dan UMKM terbantu, maka kata Erick, sektor bisnis bisa membantu sektor lain, termasuk olahraga.
"Itu sebabnya saya berterima kasih kepada Amartha yang tidak ragu mendukung persepakbolaan Indonesia, salah satunya menjadi pendukung Piala Dunia U17 2023," ungkap Erick Thohir.
Pada tahun 2023 ini, FIFA U-17 World Cup dilaksanakan di Indonesia. Menyambut FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023™ itu, Amartha menjadi official tournament supporter dalam kegiatan yang dimulai sejak Jumat, 10 November 2023.
Andi Taufan menegaskan komitmen mereka dalam menyediakan kesempatan yang setara untuk semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, agar dapat mewujudkan impian mereka. Olahraga sepak bola merupakan olahraga yang inklusif dan dapat dinikmati tanpa dibatasi oleh gender. Basis pencinta sepak bola di Indonesia sangat masif dan Amartha melihat hal ini sebagai potensi yang baik dalam menyuarakan pesan inklusivitas dan kesetaraan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!