Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Psikolog Ungkap Cara Efektif Agar Anak Pilih Sayuran

Desi Rossilawati
Rabu, 29 Januari 2025 | 01:55 WIB
Bagikan
Psikolog Ungkap Cara Efektif Agar Anak Pilih Sayuran
VISI.NEWS | BANDUNG - Salah satu tantangan besar yang dihadapi para ibu adalah membuat anak mereka menyukai sayuran. Meski kaya serat, vitamin, dan mineral, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli sering kali dianggap kurang enak oleh anak-anak. Berbagai cara telah dicoba, mulai dari menyajikan sayuran dalam bentuk menarik hingga mencampurkannya dengan makanan favorit anak. Namun, sebuah penelitian dari Werner Sommer, psikolog asal Jerman, menawarkan pendekatan unik yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya. Sommer menemukan bahwa membaca dongeng yang melibatkan buah dan sayuran selama 20 menit dapat meningkatkan minat anak terhadap makanan sehat tersebut dilansir dari Daily Mail. Dalam penelitian ini, 80 anak berusia 4-6 tahun dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendengarkan cerita tentang seorang pelukis yang jatuh sakit karena makanan cepat saji dan pulih berkat mengonsumsi sayuran ajaib. Kelompok kedua mendengar cerita serupa tanpa referensi makanan. Selama dua minggu, anak-anak diberi pilihan camilan berupa buah, sayur, kue, dan biskuit. Hasilnya, kelompok yang mendengar cerita tentang sayuran ajaib menunjukkan perubahan signifikan: mereka lebih sering memilih buah dan sayur dibandingkan makanan ringan yang tidak sehat. "Dengan satu contoh cerita yang berlangsung hanya 20 menit, kami memperoleh perubahan yang kuat dari preferensi untuk makanan ringan yang tidak sehat menjadi preferensi untuk buah atau sayur yang sehat." ujar Sommer. Bahkan tiga minggu setelah percobaan, 80 persen anak-anak masih memilih buah dan sayur, meski sebelumnya hanya 10 persen yang menyukai camilan sehat. "Hal ini menunjukkan efek kuat dari narasi yang mirip dengan dongeng untuk mengubah preferensi makanan pada anak usia dini," tambah Sommer. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.