Proyek Renewable Energy Membludak, Kebutuhan Talenta di Bidang EBT Semakin Besar
Meski dalam ilmu sains, namun School of Applied STEM tetap pada DNA Prasetiya Mulya, yakni mengintegrasikan antara engineering dan bisnis. Lulusannya siap terjun ke industri energi terbarukan dengan arah menjadi Renewable Energy Engineer, Energy Auditor serta Energypreneur.
Mahasiswa bakal mendapatkan pengajaran sesuai dengan pengembangan kurikulum yang relevan, mulai dari teknis material, kajian keekonomian hingga financing, sehingga mahasiswa mampu mengerjakan proyek EBT, bukan hanya menguasai aspek teknis, namun juga memahami kontrak, hingga analisis keekonomian projek. Adapun School of Applied STEM Prasetiya Mulya memfokuskan pada EBT dalam bentuk listrik baik dari sisi supply melalui energy conversion dan demand melalui energy management.
"Mahasiswa punya pilihan untuk mendalami energy conversion atau energy management. Pada energy conversion ada pilihan Solar PV, Biomass, Wind, dan Hydro. Sedangkan energy management lebih ke green energy building, green industry dan green transportation," kata Adinda.
Dengan kurikulum itu, mahasiswa bukan hanya mempelajari satu keilmuan, melainkan multidisiplin, mulai dari Teknik Kimia, Teknik Mesin, hingga Teknik Elektro, yang diaplikasikan pada pembangkit listrik tenaga bioenergi, air, angin, dan matahari. School of Applied STEM Prasetiya Mulya memiliki fasilitas super lengkap untuk pembelajaran dan penelitian, mulai dari Lab Analisis and Testing, Lab Material and Device, Living Lab hingga software untuk simulasi seperti Ansys, Matlab, hingga AspenTech.
Namun, pembelajaran di kampus saja tentunya tidak cukup, melainkan perlu praktek ke lapangan untuk melihat realita kebutuhan masyarakat dan industri. Mahasiswa School of Applied STEM Universitas Prasetiya juga terjun langsung dalam mengerjakan proyek katalitik di bidang energi terbarukan untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat dan industri.
Beberapa kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sudah berjalan di antaranya sizing kapasitas PV-DG-Baterai untuk perusahaan galangan kapal di Indonesia Timur, Consultancy for Pattimura University (mendukung Pattimura Mini Grid Lab) bersama PT. Alva Energi Lestari, hingga Peningkatan kapasitas SDM PLTS di PT. PLN Persero bekerjasama dengan PT. Prima Energy Consult.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!