Protes Kekerasan di Gaza, Inggris Hentikan Perundingan Dagang dengan Israel
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 21 Mei 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | INGGRIS - Pemerintah Inggris memutuskan untuk menangguhkan sementara negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan Israel sebagai bentuk protes atas tindakan militer Israel yang semakin brutal terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menyebut eskalasi kekerasan yang dilakukan Israel sebagai 'fase baru yang kelam dalam konflik ini'.
Ia juga mengecam blokade terhadap bantuan kemanusiaan serta pernyataan kontroversial dari Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang sempat menyuarakan ide pemusnahan Gaza dan relokasi paksa warganya ke negara lain.
"Itu ekstremisme, itu berbahaya, itu menjijikkan. Itu mengerikan, dan saya mengutuknya sekeras-kerasnya," tegas Lammy.
Ia menambahkan bahwa tindakan militer di Gaza telah melanggar prinsip-prinsip dasar yang menjadi fondasi hubungan bilateral antara Inggris dan Israel.
"Hari ini, saya mengumumkan bahwa kami telah menangguhkan negosiasi dengan pemerintah Israel mengenai perjanjian perdagangan bebas baru," ujar Lammy. Pernyataan penangguhan ini disampaikan Lammy melalui Reuters pada Rabu (21/5/2025).
Sebelumnya, perundingan perdagangan antara kedua negara dimulai sejak 2022 di bawah kepemimpinan pemerintahan Konservatif Inggris.
Pemerintah Israel menanggapi penghentian ini dengan menyatakan bahwa Inggris sudah lama tidak melanjutkan proses negosiasi. Bahkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa mandat Inggris berakhir 77 tahun yang lalu, mengacu pada berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris atas wilayah Palestina.
"Tekanan eksternal tidak akan mengalihkan Israel dari jalannya dalam mempertahankan keberadaan dan keamanannya dari musuh yang berusaha menghancurkannya," ujar pernyataan resmi Israel.
Militer Israel baru-baru ini meluncurkan operasi berskala besar yang telah menewaskan lebih dari 500 orang di Gaza hanya dalam delapan hari, menurut laporan tenaga medis setempat. Sejak Maret, Israel juga memblokade masuknya bantuan penting seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke wilayah Gaza. Meski begitu, beberapa truk bantuan dilaporkan berhasil masuk pada 19 Mei 2025.
Situasi kemanusiaan yang semakin memburuk ini membuat lembaga-lembaga internasional memperingatkan akan risiko bencana kelaparan di Gaza jika blokade terus berlanjut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!