Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Proposal Gencatan Senjata Baru Dianggap Mundur, Hamas Masih Pertimbangkan

Desi Rossilawati
Jumat, 30 Mei 2025 | 21:15 WIB
Bagikan
Proposal Gencatan Senjata Baru Dianggap Mundur, Hamas Masih Pertimbangkan
VISI.NEWS | GAZA - Gedung Putih menyatakan bahwa Israel telah menerima proposal gencatan senjata terbaru yang diajukan oleh Amerika Serikat terkait konflik di Gaza. Namun, sikap berbeda muncul dari kelompok Hamas yang menyatakan proposal tersebut tidak memenuhi tuntutan utama mereka. Juru bicara biro politik Hamas, Bassem Naim, mengungkapkan bahwa rencana yang diajukan oleh utusan AS, Steve Witkoff, belum menyentuh pokok persoalan utama yakni penghentian perang dan blokade. Ia menyebut para pemimpin Hamas masih mengkaji isi proposal dengan penuh tanggung jawab nasional. "Rencana itu tidak memenuhi tuntutan rakyat kami, yang terutama adalah menghentikan perang dan kelaparan," tegas Bassem seperti dikutip AFP, Jumat (30/5/2025). "Para pemimpin gerakan sedang mempelajari tanggapan terhadap usulan tersebut dengan tanggung jawab nasional penuh," tambahnya. Seorang sumber yang dekat dengan Hamas menyebut bahwa isi proposal baru dianggap sebagai langkah mundur dibandingkan dengan dokumen sebelumnya. "Sulit bagi Hamas untuk menerima proposal tersebut selama tidak mencakup jaminan Amerika untuk negosiasi gencatan senjata permanen selama periode gencatan senjata sementara," demikian sumber tersebut. Proposal AS kali ini menawarkan gencatan senjata selama 60 hari yang dapat diperpanjang menjadi 70 hari, termasuk pertukaran sandera dan tahanan Palestina. Dalam minggu pertama, 10 sandera hidup dan sembilan jenazah akan ditukar dengan sejumlah tahanan Palestina, diikuti pertukaran serupa pada minggu berikutnya. Meskipun Israel telah membubuhkan tanda tangan pada proposal ini sebelum dikirim ke Hamas, pihak Palestina menilai bahwa tanpa jaminan gencatan senjata permanen dari Washington, upaya ini masih sulit untuk diterima. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membenarkan bahwa Israel telah menyetujui usulan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa AS akan melanjutkan diskusi intensif dengan kedua pihak demi mencapai kesepakatan damai. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.