Program Pentahelix Sungai Cisungalah Disambut Gembira Warga
Tokoh masyarakat Desa Panyadap, Abah Agung./visi.news/ist.
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Program pentahelix untuk penanganan Sungai Cisungalah di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, telah rampung dilaksanakan. Program tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang selama ini terdampak banjir akibat pendangkalan sungai.
Tokoh masyarakat Desa Panyadap, Abah Agung, atas nama warga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna atas respons cepat dalam menangani persoalan Sungai Cisungalah yang selama bertahun-tahun menjadi penyebab banjir di wilayah tersebut.
"Soalnya, Sungai Cisungalah menjadi persoalan klasik karena setiap tahun terjadi banjir. Untuk itu, masyarakat Desa Panyadap menyikapi positif respons cepat Pak Bupati Bandung terhadap permasalahan Sungai Cisungalah yang setiap tahun terjadi banjir," ungkap Abah Agung di lokasi pengerjaan normalisasi Sungai Cisungalah, Desa Panyadap, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, langkah penanganan melalui program pentahelix tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi ribuan warga, khususnya masyarakat Desa Panyadap yang selama ini kerap terdampak luapan sungai saat musim hujan.
"Kami mohon kegiatan serupa ini dijadikan program rutin. Minimal dua tahun sekali, endapan lumpur Sungai Cisungalah bisa dikeruk. Dengan harapan pendangkalan sungai bisa diminimalisir," harap Abah Agung.
Selain kepada Bupati Bandung, Abah Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo yang dinilainya aktif memantau proses normalisasi Sungai Cisungalah setiap hari hingga pekerjaan selesai dilaksanakan.
"Kami sebagai warga Desa Panyadap, tentunya dengan adanya program pentahelix sangat bergembira. Dan mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak, karena sudah terbantu baik moril maupun material terhadap proses pengerukan endapan lumpur Sungai Cisungalah," ungkapnya.
Ia berharap program pentahelix tidak hanya dilaksanakan pada tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda rutin untuk menjaga kondisi sungai tetap optimal.
"Tapi dijadikan program rutin, minimal dua tahun sekali," harapnya lagi.
Abah Agung juga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung dapat melakukan pemeliharaan berkelanjutan terhadap aliran Sungai Cisungalah guna mengantisipasi pendangkalan yang berpotensi memicu banjir.
"Dengan harapan luapan air bisa diantisipasi, dan masyarakat bisa terselamatkan dari potensi banjir tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, ia meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung untuk melanjutkan penanganan melalui pemeliharaan tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) di sejumlah titik yang dinilai masih membutuhkan penguatan.
"Harapan lainnya, yang belum dibikinkan tanggul, untuk secepatnya dibikinkan tanggul," harapnya.
Selain itu, ia menilai penataan Sungai Cisungalah perlu dilakukan secara menyeluruh dari wilayah hulu hingga hilir agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Dengan harapan aliran Sungai Cisungalah bisa bersahabat dengan warga masyarakat sekitar. Kepada masyarakat, kami juga berharap tolong cintai Sungai Cisungalah, sehingga tidak membuang sampah sembarangan karena sungai bukan tempat pembuangan sampah. Untuk itu, kepada warga perlu diedukasi oleh para ketua RT, RW maupun pemerintah desa," harapnya lagi. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!