Profil Elda Putri Rahardini, PPDS Sardjito yang Dinonaktifkan

Desi Rossilawati
Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Bagikan
Profil Elda Putri Rahardini, PPDS Sardjito yang Dinonaktifkan

Dokter Elda Putri Rahardini (kanan) dan tangkap layar komentar Dokter Elda ke pasien BPJS (kiri)./visi.news/Instagram.

VISI.NEWS - Seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Elda Putri Rahardini, dinonaktifkan setelah memberikan komentar yang dinilai tidak berempati kepada Yurizal Tri Chaerawan di media sosial.

Kasus tersebut bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di akun Threads pada (22/7/2026) yang menjadi perhatian publik. Dalam unggahannya, Yurizal mengaku harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan meski menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

"8 jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal pada akun Threads miliknya.

Unggahan tersebut kemudian dibanjiri berbagai komentar dari warganet, termasuk sejumlah dokter dan tenaga kesehatan. Salah satu komentar yang menjadi sorotan berasal dari Elda Putri Rahardini.

"PPnya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? Haven’t some brain cells," tulis Elda melalui akun @erudarahaadini.

Komentar tersebut menuai kritik luas karena dinilai tidak menunjukkan empati kepada pasien. RSUP Dr Sardjito kemudian menjatuhkan sanksi berupa penonaktifan terhadap Elda dari program pendidikan spesialis yang sedang dijalaninya.

Terlepas dari polemik yang berkembang, Elda Putri Rahardini diketahui memiliki rekam jejak akademik yang cukup mentereng. Berdasarkan informasi yang beredar, ia merupakan alumni Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang lulus dengan predikat cum laude pada program Doctor of Medicine (M.D.). Setelah itu, Elda melanjutkan pendidikan doktoral (Ph.D.) di Kobe University, Jepang, dengan mengambil bidang Cardiovascular Science atau ilmu kardiovaskular.

Dalam menempuh pendidikan tersebut, Elda tercatat sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sekaligus memperoleh beasiswa Monbukagakusho (MEXT) dari Pemerintah Jepang. Ia juga pernah meraih penghargaan Best Systematic Review pada ajang The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) 2025.

Setelah menjadi sorotan publik akibat komentarnya, Elda Putri Rahardini menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga almarhum Yurizal, kerabat, dan masyarakat melalui akun media sosial pribadinya.

“Saya Elda Putri Rahardini. Dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, dan penyesalan yang mendalam ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar almarhum Yurizal, teman-teman, kerabat, serta seluruh masyarakat luas," tulisnya.

Ia juga mengakui bahwa komentar yang ditulisnya tidak pantas dan tidak mencerminkan empati sebagai seorang dokter.

“Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati. Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi almarhum saat mencari penanganan medis,” tulis Elda Putri Rahardini pada akun media sosialnya, @erudarahaardini.

Dalam pernyataan tersebut, Elda menyampaikan penyesalannya dan mengakui bahwa sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan, dirinya seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, serta empati kepada siapa pun.

“Sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan, saya seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empat yang tinggi kepada siapapun. Saya sangat menyesali bahwa tindakan saya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya saya junjung tinggi, baik sebagai seorang individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Elda turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan dan berjanji akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar lebih bijaksana dalam menjaga tutur kata di masa mendatang.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.