Profil dan Peran Bung Tomo dalam Pertempuran 10 November: Dari Karier hingga Warisan Sebagai Pahlawan Nasional

Desi Rossilawati
Minggu, 10 November 2024 | 13:00 WIB
Bagikan
Profil dan Peran Bung Tomo dalam Pertempuran 10 November: Dari Karier hingga Warisan Sebagai Pahlawan Nasional
VISI.NEWS | SURABAYA - Bung Tomo adalah tokoh kunci yang sangat dihormati dalam sejarah Indonesia, terutama karena perannya yang besar dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Pertempuran ini menjadi salah satu peristiwa penting yang melatarbelakangi penetapan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional. Bung Tomo, yang nama aslinya adalah Sutomo, lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920. Ia merupakan anak dari Kartawan Tjiptowidjojo, yang berasal dari keluarga kelas menengah yang sangat menekankan pentingnya pendidikan. Sejak muda, Bung Tomo telah aktif dalam berbagai organisasi, salah satunya adalah KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Pada usia 17 tahun, ia meraih prestasi luar biasa dengan menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Selain itu, Bung Tomo juga berkarier di dunia jurnalisme, di antaranya: - Menjadi wartawan lepas di Harian Soeara Oemoem di Surabaya pada 1937. - Menjadi redaktur di Mingguan Pembela Rakyat pada 1939. - Bekerja di kantor berita Domei, yang dikelola tentara Jepang, sebagai bagian dari redaksi Bahasa Indonesia untuk wilayah Jawa Timur pada 1942-1945. - Menjadi Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara pada 1945. Pada peristiwa 10 November 1945, Bung Tomo memegang peranan vital dalam membangkitkan semangat rakyat Surabaya yang saat itu tengah berjuang melawan pasukan Sekutu dan NICA-Belanda. Pasukan Inggris, yang datang untuk melucuti senjata Jepang, ternyata mengobarkan perlawanan dari rakyat Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Surabaya. Sebagai seorang orator ulung, Bung Tomo menggunakan radio sebagai alat untuk membakar semangat juang rakyat. Lewat pidato-pidatonya yang penuh semangat, ia menggerakkan warga Surabaya untuk melawan penjajah demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo, yang dikenal dengan nama asli Sutomo, wafat pada 7 Oktober 1981 di Padang Arafah dan dimakamkan di Ngagel, Surabaya, Jawa Timur. Hingga kini, jasa-jasanya sebagai pahlawan nasional, khususnya dalam Pertempuran Surabaya, tetap dikenang oleh bangsa Indonesia. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.