Presiden Prabowo Perintahkan Menteri Trenggono Usut Tuntas Pembangunan Pagar Laut Bermasalah

Desi Rossilawati
Senin, 20 Januari 2025 | 19:30 WIB
Bagikan
Presiden Prabowo Perintahkan Menteri Trenggono Usut Tuntas Pembangunan Pagar Laut Bermasalah
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk menyelidiki secara tuntas dugaan pelanggaran hukum terkait proyek pembangunan pagar laut yang ditemukan di Tangerang, Banten dan Bekasi, Jawa Barat. “Tadi arahan Pak Presiden (Prabowo Subianto), satu, selidiki sampai tuntas secara hukum, supaya kita harus benar koridor hukumnya. Apabila tidak ada, itu harus menjadi milik negara. Nah itu kasusnya seperti itu,”  jelas Trenggono setelah pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/1/2025). Trenggono mengungkapkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut (AL) setelah pembongkaran pagar laut yang dilakukan pada Sabtu (18/1/2025), yang memicu polemik di masyarakat. Meski sempat muncul dugaan bahwa dirinya tidak sejalan dengan Presiden Prabowo dalam pembongkaran tersebut, Trenggono menegaskan telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk KASAL. “Karena kemarin juga ada pembongkaran yang dilakukan oleh TNI AL, maka tadi kita sudah koordinasi juga dengan KASAL. Tadi sudah rapat dengan KASAL, dengan jajarannya. Tentu setelah kami dipanggil oleh Pak Presiden ini, kita juga akan koordinasi lagi dengan beliau,” tambah Trenggono. “Dan kita sudah putuskan nanti hari Rabu (22/1/2025) kita akan berkumpul. Jadi tidak hanya TNI Angkatan Laut, tetapi juga Bakamla juga kita ikutkan, terus Baharkam,” lanjutnya. Menteri Trenggono juga menyebutkan bahwa ia sempat menerima laporan mengenai pihak yang diduga terlibat dalam pembangunan pagar laut, yaitu Persatuan Nelayan Pantura. Namun, tidak ada perwakilan dari kelompok tersebut yang hadir dalam undangan klarifikasi yang disampaikan oleh KKP. “Jadi tadi saya dapat laporan, tadi siang dapat laporan, katanya besok mau datang. Alhamdulillah kalau mereka datang, kita akan usut. Jadi lebih mudah. Tapi intinya tadi saya laporkan begitu, apabila tidak itu menjadi haknya negara,” ujarnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.