Presiden Palestina Desak Hamas Bebaskan Sandera
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 24 April 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | PALESTINA - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Rabu (23/4/2025) secara terbuka mendesak Hamas untuk segera membebaskan seluruh sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza. Ia menilai penahanan sandera oleh kelompok tersebut telah dijadikan dalih oleh Israel untuk melanjutkan serangan brutal di wilayah itu.
“Hamas telah memberikan alasan pendudukan kriminal untuk melakukan kejahatan di Jalur Gaza,” ujar Abbas dalam pertemuan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Ramallah.
Dalam pernyataannya, Abbas juga meminta Hamas menyerahkan kendali pemerintahan Gaza dan senjata mereka kepada Otoritas Palestina, serta berubah menjadi partai politik sipil. Pernyataan ini datang di tengah sorotan internasional terkait peran Otoritas Palestina dalam rekonstruksi dan masa depan Gaza pascaperang.
Sementara itu, gempuran Israel di Gaza terus berlanjut sejak gencatan senjata berakhir 1 Maret lalu. Terbaru, pasukan Israel menyerang sekolah Yaffa di distrik Al-Tuffah yang dijadikan tempat pengungsian, menewaskan banyak warga sipil termasuk anak-anak.
“Beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi hangus,” kata seorang petugas penyelamat di lokasi.
Serangan-serangan ini menambah jumlah korban tewas di Gaza yang kini telah melampaui 51.300 orang, menurut data Kementerian Kesehatan setempat. Krisis kemanusiaan pun kian memburuk, dengan sebagian besar dari 2,4 juta penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal.
Hingga kini, belum ada kemajuan berarti dalam upaya negosiasi gencatan senjata baru. Delegasi Hamas masih berada di Kairo untuk melanjutkan pembicaraan yang dimediasi Mesir dan Qatar. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!