Presiden Apresiasi TNI-Polri Tekan Karhutla Kalteng 7.000 Hektare

Desi Rossilawati
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Bagikan
Presiden Apresiasi TNI-Polri Tekan Karhutla Kalteng 7.000 Hektare

Petugas gabungan berjibaku memadamkan api karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (23/8/2026)./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), TNI-Polri, serta seluruh unsur terkait dalam menekan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Presiden saat melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan mengatakan, berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan yang terbakar di Kalteng pada 2026 tercatat sekitar 7.000 hektare. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan luas karhutla pada sejumlah tahun sebelumnya yang juga dipengaruhi fenomena El Nino.

Pada 2015, luas lahan terbakar di Kalteng tercatat lebih dari 500.000 hektare. Angka tersebut kemudian mencapai hampir 185.000 hektare pada 2019 dan hampir 200.000 hektare pada 2023.

“Presiden menilai penurunan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan sinergitas seluruh unsur,” kata Iwan dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Media Hub Humas Polri, Minggu (23/8/2026).

Menurut Iwan, Presiden juga memberikan apresiasi kepada berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga masyarakat.

“Bapak Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, termasuk Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api yang telah bekerja siang dan malam. Ini merupakan bukti negara hadir untuk melindungi rakyat dari bencana asap,” ujar Iwan.

Iwan menegaskan, penurunan luas karhutla tersebut tidak terlepas dari penguatan strategi penanganan di lapangan melalui Operasi Aman Nusa II.

Operasi tersebut memprioritaskan lima wilayah yang dinilai rawan karhutla, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

Dalam salah satu penanganan di wilayah hutan rawa dan perkebunan masyarakat, dari total 32,5 hektare lahan yang terbakar, sebanyak 26,4 hektare berhasil dipadamkan. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan personel dan sarana prasarana dari berbagai unsur.

“Untuk mendukung percepatan penanganan dan pemadaman karhutla, personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta para relawan dikerahkan ke lokasi. Selain mengerahkan personel, berbagai peralatan pemadaman turut diturunkan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya,” jelasnya.

Selain pengerahan personel, pemerintah juga memperkuat dukungan sarana penanggulangan karhutla. Menurut Iwan, Presiden telah menyalurkan bantuan hampir 1.000 unit sumur bor dan alkon untuk mengatasi keterbatasan sumber air, khususnya di wilayah lahan gambut.

“Presiden juga telah menyalurkan bantuan hampir 1.000 unit sumur bor dan alkon untuk mengatasi kendala air di lokasi gambut,” terang Irjen Iwan.

Kapolda Kalteng menegaskan pihaknya akan terus menindaklanjuti arahan Presiden dengan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan agar penanganan karhutla semakin optimal, sehingga cita-cita mewujudkan Kalimantan Tengah yang bebas asap dapat tercapai,” pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.