Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026). /BPMI Setpres
Teuku Faisal membandingkan kondisi tersebut dengan gempa besar pada 1992 yang berkekuatan 7,8 magnitudo dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, terutama akibat tsunami.
Menurutnya, peningkatan sistem pemantauan kegempaan membuat pemerintah kini memiliki kemampuan lebih baik dalam memberikan peringatan kepada masyarakat.
BMKG saat ini didukung sekitar 2.000 alat operasional utama berupa sensor kegempaan, dengan sekitar 175 sensor berada di NTT.
Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Selain menjalankan sistem peringatan dini, pemerintah juga berupaya meredam kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan gempa susulan.
BMKG bersama pemerintah daerah terus memberikan edukasi mengenai kondisi kegempaan kepada warga.
Sebagian warga bahkan masih memilih bertahan di posko karena takut kembali ke rumah akibat gempa susulan.
Namun, masyarakat yang rumahnya hanya mengalami kerusakan ringan dan dinyatakan aman secara bertahap mulai kembali ke rumah masing-masing.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!