Prabowo-Gibran Unggul, Kinerja Presiden Puaskan Publik
VISI.NEWS | JAKARTA - Hasil survei nasional yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 3-5 Desember 2023 menunjukkan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam elektabilitas, sementara kinerja presiden Joko Widodo mendapat apresiasi positif dari publik.
Survei yang melibatkan 1.200 responden secara acak ini memiliki margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini bertujuan untuk mengukur persepsi publik terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik menjelang pemilihan umum 2024.
Persepsi Ekonomi Stagnan, Penegakan Hukum Membaik
Menurut survei ini, persepsi positif atas kondisi perkonomian nasional tampak stagnan dibanding temuan sebelumnya. Hanya 34,8 persen responden yang menilai kondisi ekonomi saat ini baik atau sangat baik, sedangkan 40,7 persen menilai buruk atau sangat buruk. Sisanya, 24,5 persen, menilai biasa saja.
Sementara itu, kondisi penegakan hukum mulai dinilai membaik. Sebanyak 47,2 persen responden menilai penegakan hukum saat ini baik atau sangat baik, meningkat dari 43,5 persen pada survei sebelumnya. Sebaliknya, hanya 19,3 persen yang menilai buruk atau sangat buruk, turun dari 22,7 persen pada survei sebelumnya.
Kinerja Presiden Puaskan Publik
Survei ini juga menunjukkan bahwa mayoritas publik merasa puas dengan kinerja presiden Joko Widodo, dengan tren yang meningkat dibanding temuan sebelumnya. Sebanyak 68,3 persen responden menyatakan puas atau sangat puas dengan kinerja presiden, naik dari 65,8 persen pada survei sebelumnya. Hanya 14,2 persen yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas, turun dari 16,7 persen pada survei sebelumnya.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan publik terhadap kinerja presiden adalah penanganan pandemi Covid-19. Sebanyak 70,8 persen responden menilai pemerintah berhasil atau sangat berhasil dalam menangani pandemi, meningkat dari 67,5 persen pada survei sebelumnya. Hanya 12,5 persen yang menilai gagal atau sangat gagal, turun dari 14,8 persen pada survei sebelumnya.
Pilihan Politik: Prabowo-Gibran Unggul, PDIP Teratas
Dalam hal pilihan politik, survei ini menunjukkan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menjadi partai paling banyak dipilih oleh publik, dengan persentase 19,7 persen. Diikuti oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan 18,2 persen, Partai Golongan Karya (Golkar) dengan 10,5 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 8,5 persen.
Sedangkan partai lain yang mendapat persentase di atas 4 persen adalah Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan 5,8 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 5,5 persen, Partai Demokrat dengan 5,4 persen, dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 4,1 persen. Partai lain lebih rendah dari 4 persen, dan sebanyak 12,9 persen responden belum menentukan pilihan.
Untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, survei ini menunjukkan bahwa Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul atas dua pasangan lainnya. Pasangan yang diusung oleh koalisi Gerindra, Golkar, PKS, dan PAN ini mendapat dukungan 45,6 persen responden.
Di posisi kedua, ada pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang diusung oleh koalisi PDIP, NasDem, PKB, dan PPP dengan dukungan 23,8 persen responden. Di posisi ketiga, ada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang diusung oleh koalisi Demokrat, PKPI, Berkarya, dan Perindo dengan dukungan 22,3 persen responden. Sisanya, sekitar 8,3 persen responden belum menunjukkan pilihannya.
Debat Capres-Cawapres Dinilai Penting, Presiden dan Aparat Negara Dinilai Netral
Survei ini juga mengungkapkan bahwa sekitar 38,8 persen responden tahu bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyelenggarakan debat capres-cawapres pemilu 2024 mendatang, dan mayoritas, 72,5 persen, mengaku tertarik untuk menyaksikan debat tersebut.
Selain itu, mayoritas, 75,5 persen, menilai penting atau sangat penting debat capres-cawapres tersebut diselenggarakan. Hanya 9,2 persen yang menilai tidak penting atau sangat tidak penting, dan 15,3 persen yang tidak tahu atau tidak menjawab.
Survei ini juga menilai netralitas presiden dan aparat negara atau pemerintahan dalam pemilu 2024 mendatang. Hasilnya, presiden (60,2 persen) dan aparat negara (60,5 persen) mayoritas dinilai netral atau tidak berpihak dalam pemilu. Hanya sekitar 20 persen yang menilai presiden dan aparat negara berpihak pada salah satu pasangan calon, dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!