PowerCore 5.0 Meluncur, Solusi Listrik Prefabrikasi Pertama untuk Pusat Data AI Berdaya Tinggi
BDC's Power Core 5.0 module. /visi.new/ist
VISI.NEWS – Bridge Data Centres (BDC), penyedia pusat data hyperscale yang berkantor pusat di Singapura, bersama Morong Electric, perusahaan spesialis manufaktur peralatan kelistrikan, meluncurkan PowerCore 5.0, modul daya prefabrikasi penuh pertama di dunia yang dirancang khusus untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) dengan kebutuhan daya sangat tinggi.
Peluncuran PowerCore 5.0 menjadi respons terhadap meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI global yang membutuhkan pasokan listrik lebih besar, proses pembangunan yang lebih cepat, serta tingkat keandalan yang tinggi. Solusi ini dikembangkan untuk mendukung pusat data generasi baru yang menangani beban komputasi AI berskala besar.
PowerCore 5.0 dibangun berdasarkan standar teknis i-Power Cube, sistem kelistrikan milik BDC yang dirancang untuk komputasi berkinerja tinggi. Modul tersebut juga terintegrasi dengan Bridge Omni Platform, platform infrastruktur modular cerdas BDC yang dikembangkan khusus untuk era AI.
Kolaborasi ini menggabungkan pengalaman BDC dalam membangun kampus pusat data hyperscale di berbagai negara dengan keahlian Morong Electric dalam manufaktur sistem kelistrikan terpadu.
Perkembangan teknologi AI yang sangat pesat telah meningkatkan kebutuhan daya setiap rak server (*rack power density*) dari sekitar 10 kilowatt menjadi lebih dari 100 kilowatt. Lonjakan tersebut menciptakan tantangan baru bagi sistem kelistrikan pusat data yang selama ini masih mengandalkan proses pengadaan terpisah dan integrasi sistem di lokasi proyek.
Model pembangunan konvensional dinilai semakin sulit memenuhi tuntutan pusat data AI yang membutuhkan waktu pembangunan singkat sekaligus keandalan tinggi. Karena itu, PowerCore 5.0 dirancang dengan empat keunggulan utama, yakni integrasi penuh di pabrik, kemudahan pengiriman global, percepatan pembangunan proyek, dan kemudahan perawatan tanpa menghentikan operasional.
Seluruh komponen utama sistem kelistrikan telah dirakit dan diuji di pabrik sebelum dikirim ke lokasi proyek. Setiap modul mencakup transformator, sistem distribusi listrik, Uninterruptible Power Supply (UPS), sistem pendingin, sistem pemadam kebakaran, hingga perangkat pemantauan yang telah terintegrasi dalam satu unit.
Dengan konsep tersebut, tim di lapangan hanya perlu melakukan penyambungan kabel utama ketika modul tiba di lokasi. Pendekatan ini mengurangi risiko kesalahan instalasi sekaligus meningkatkan konsistensi kualitas dibandingkan metode pembangunan tradisional yang sebagian besar dilakukan langsung di lokasi proyek.
PowerCore 5.0 juga dirancang menggunakan rangka kontainer standar ISO berukuran 40 kaki sehingga dapat dikirim menggunakan jaringan logistik internasional tanpa memerlukan pengiriman khusus untuk muatan berukuran besar.
Standarisasi tersebut memungkinkan proses distribusi lintas negara menjadi lebih cepat karena mengurangi biaya transportasi, mempercepat proses kepabeanan, dan memudahkan implementasi di berbagai kawasan. Modul ini juga telah dirancang agar memenuhi standar iklim dan regulasi industri di berbagai pasar utama tempat BDC beroperasi.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan mempercepat pembangunan pusat data. Karena proses fabrikasi dilakukan di pabrik secara bersamaan dengan pekerjaan sipil di lokasi proyek, waktu penyelesaian keseluruhan dapat dipangkas lebih dari 50 persen dibandingkan metode pembangunan konvensional.
Model tersebut memungkinkan pembangunan kampus pusat data berskala besar dilakukan secara bertahap dengan pemasangan modul setiap dua minggu, sehingga kapasitas komputasi AI dapat ditingkatkan lebih cepat sesuai kebutuhan pelanggan.
Inovasi lain yang dihadirkan adalah sistem perawatan tanpa menghentikan operasional pusat data. Untuk pertama kalinya, komponen penting seperti UPS, transformator, dan sistem pendingin dipasang menggunakan rel geser (slide-out rails), sehingga teknisi dapat menarik keluar komponen tertentu untuk diperbaiki atau diganti tanpa memutus pasokan listrik ke pusat data.
Teknologi tersebut memungkinkan klaster komputasi AI tetap beroperasi selama proses pemeliharaan berlangsung, sebuah aspek yang sangat penting mengingat pusat data AI harus bekerja selama 24 jam tanpa gangguan.
Chief Technology Officer Bridge Data Centres, Zhang Binghua, mengatakan pertumbuhan industri AI telah mengubah kebutuhan infrastruktur pusat data secara drastis.
"Industri infrastruktur AI berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Operator kini membutuhkan kepadatan daya yang lebih tinggi, pembaruan perangkat keras yang lebih cepat, dan waktu operasional maksimal. Perubahan ini menuntut cara baru dalam merancang dan menerapkan sistem kelistrikan," ujarnya.
Menurut Zhang, PowerCore 5.0 meningkatkan standar industri dalam hal integrasi sistem, kemampuan beroperasi di berbagai kondisi iklim, kecepatan pembangunan, serta pengoperasian dan pemeliharaan berbasis teknologi cerdas.
Ia menambahkan bahwa solusi tersebut akan membantu mempercepat pembangunan infrastruktur komputasi AI yang lebih terstandarisasi, hemat karbon, dan mampu mendukung pertumbuhan ekosistem AI global secara berkelanjutan.
Sementara itu, Chairman Morong Electric Zhang Kai menilai siklus perkembangan perangkat keras AI yang kini berlangsung sangat cepat membuat metode pembangunan konvensional tidak lagi memadai.
"Perangkat keras AI kini berkembang hampir setiap bulan. Integrasi sistem yang dilakukan di lokasi proyek sudah tidak mampu mengejar kebutuhan operasional pusat data AI modern. Modul daya prefabrikasi menjadi solusi untuk menghilangkan hambatan pembangunan infrastruktur komputasi," katanya.
Ia menyebut peluncuran PowerCore 5.0 merupakan tonggak penting dalam kemitraan strategis kedua perusahaan yang akan terus mengembangkan solusi kelistrikan berkinerja tinggi sesuai standar internasional dan regulasi di berbagai negara.
Ke depan, BDC dan Morong Electric berencana memperluas pengembangan modul daya prefabrikasi untuk mendukung pusat data AI dengan kebutuhan komputasi ultra-tinggi sekaligus memenuhi berbagai persyaratan regulasi lintas negara.
Kedua perusahaan juga berkomitmen mendorong standarisasi teknologi industri serta mempercepat pembangunan infrastruktur komputasi global melalui solusi modular yang lebih efisien, rendah emisi karbon, dan mampu mendukung pertumbuhan ekosistem AI secara berkelanjutan di berbagai kawasan dunia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!