Polemik Awardee LPDP, Karmila Sari Dorong Penguatan Nasionalisme dan Evaluasi Kuota
Meski demikian, ia mengusulkan agar komposisi kuota bidang keilmuan ditinjau ulang, khususnya antara STEM dan ilmu sosial. Selama ini, menurutnya, kuota untuk bidang STEM lebih besar dibandingkan ilmu sosial.
“Saya kira ini perlu di-reset ulang, agar kuota untuk social science bisa ditambah,” ujarnya.
Karmila juga menyoroti perlunya regulasi tambahan yang bersifat makro terkait awardee LPDP yang berkiprah di luar negeri. Ia menilai pemerintah perlu memiliki skema yang jelas, termasuk jika awardee diminta kembali ke Indonesia.
“Jika diminta kembali, pemerintah juga perlu memberikan tempat, baik untuk pengembangan riset maupun profesi tertentu di lembaga pemerintahan maupun non pemerintahan,” katanya.
Ia mengungkapkan pihaknya menerima informasi bahwa sejumlah awardee di cabang keilmuan tertentu masih kurang mendapatkan ruang dan penghargaan yang layak di dalam negeri.
Selain itu, Karmila menyoroti informasi yang menyebutkan beasiswa LPDP lebih banyak diterima oleh kalangan ekonomi mampu dibandingkan masyarakat kurang mampu.
“Warga miskin jarang tersentuh. Ini perlu perhatian serius dari LPDP agar program beasiswa benar-benar inklusif dan berpihak pada yang membutuhkan,” ujarnya.
Karmila memastikan bahwa dalam masa persidangan mendatang, Komisi X DPR RI akan menggelar rapat bersama LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk membahas berbagai persoalan tersebut secara komprehensif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!