PM Thailand Paetongtarn Dibekukan MK Usai Skandal Telepon Bocor
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 1 Juli 2025 | 21:30 WIB
VISI.NEWS | BANGKOK - Mahkamah Konstitusi Thailand resmi menangguhkan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari tugas eksekutif mulai Selasa (1/7/2025) menyusul skandal percakapan telepon bocor yang memicu kontroversi luas. Dalam sidang putusan, MK menyatakan dengan suara mayoritas 7-2 bahwa penangguhan akan berlaku hingga ada keputusan final.
Skandal ini bermula saat rekaman percakapan telepon antara Paetongtarn dan mantan PM Kamboja Hun Sen tersebar ke publik. Dalam rekaman tersebut, Paetongtarn terdengar merendahkan militer Thailand, yang selama ini memiliki pengaruh kuat dalam politik nasional dan memiliki sejarah konflik dengan keluarga Shinawatra.
Akibat skandal itu, koalisi pemerintahan Paetongtarn mulai goyah. Partai konservatif Bhumjaithai, mitra terbesar kedua dari Partai Pheu Thai yang dipimpin Paetongtarn, memutuskan keluar pekan lalu. Sejumlah senator konservatif juga melayangkan tuntutan dengan alasan pelanggaran etika.
Menanggapi putusan MK, Paetongtarn menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
"Putusan telah keluar dan saya menerima keputusan MK," ujarnya di Bangkok.
“Putusan telah keluar dan saya menerimanya. Saya ingin menegaskan kembali bahwa niat saya selalu untuk melakukan yang terbaik bagi negara,”tambahnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!