PM Interim Bangladesh Ungkap 1.500 Korban Tewas dalam Demonstrasi Penggulingan Hasina, 3.500 Orang Diculik
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 20 November 2024 | 00:10 WIB
VISI.NEWS | BANGLADESH - Sekitar 1.500 orang diperkirakan tewas dalam demonstrasi yang menuntut penggulingan eks Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, sepanjang tahun ini. Selain itu, lebih dari 3.500 orang dikabarkan diculik paksa selama masa kepemimpinan Hasina. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan resmi yang sebelumnya menyebutkan sekitar 1.000 korban jiwa.
Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri interim Bangladesh, Muhammad Yunus, dalam pidato yang dikutip oleh Reuters pada Senin (18/11/2024). Protes yang dimulai pada Juli 2024 oleh mahasiswa, yang menuntut pengunduran diri Hasina, akhirnya berkembang menjadi kerusuhan yang berujung pada pengungsian Hasina ke India.
"Setiap hari, nama-nama baru bertambah ke dalam daftar," kata Yunus dalam pidato 100 hari kepemimpinan sementaranya.
Ia menjelaskan bahwa komisi yang menyelidiki kasus penghilangan paksa telah mencatat lebih dari 1.600 kasus hingga Oktober, dan jumlah totalnya bisa melampaui 3.500.
Yunus juga menegaskan komitmennya untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut dan menuntut ekstradisi Sheikh Hasina dari India.
"Kami akan mengadili semua kejahatan yang dilakukan selama 15 tahun terakhir," ucapnya.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah sementara Bangladesh sedang berupaya membawa pelaku penghilangan paksa, pembunuhan, dan kekerasan pada periode Juli hingga Agustus ke pengadilan internasional.
Selain itu, Yunus menambahkan bahwa pemilihan umum di Bangladesh akan dilaksanakan setelah reformasi elektoral diselesaikan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!