Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

PM Interim Bangladesh Ungkap 1.500 Korban Tewas dalam Demonstrasi Penggulingan Hasina, 3.500 Orang Diculik

Desi Rossilawati
Rabu, 20 November 2024 | 00:10 WIB
Bagikan
PM Interim Bangladesh Ungkap 1.500 Korban Tewas dalam Demonstrasi Penggulingan Hasina, 3.500 Orang Diculik
VISI.NEWS | BANGLADESH - Sekitar 1.500 orang diperkirakan tewas dalam demonstrasi yang menuntut penggulingan eks Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, sepanjang tahun ini. Selain itu, lebih dari 3.500 orang dikabarkan diculik paksa selama masa kepemimpinan Hasina. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan resmi yang sebelumnya menyebutkan sekitar 1.000 korban jiwa. Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri interim Bangladesh, Muhammad Yunus, dalam pidato yang dikutip oleh Reuters pada Senin (18/11/2024). Protes yang dimulai pada Juli 2024 oleh mahasiswa, yang menuntut pengunduran diri Hasina, akhirnya berkembang menjadi kerusuhan yang berujung pada pengungsian Hasina ke India. "Setiap hari, nama-nama baru bertambah ke dalam daftar," kata Yunus dalam pidato 100 hari kepemimpinan sementaranya. Ia menjelaskan bahwa komisi yang menyelidiki kasus penghilangan paksa telah mencatat lebih dari 1.600 kasus hingga Oktober, dan jumlah totalnya bisa melampaui 3.500. Yunus juga menegaskan komitmennya untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut dan menuntut ekstradisi Sheikh Hasina dari India. "Kami akan mengadili semua kejahatan yang dilakukan selama 15 tahun terakhir," ucapnya. Ia menyebutkan bahwa pemerintah sementara Bangladesh sedang berupaya membawa pelaku penghilangan paksa, pembunuhan, dan kekerasan pada periode Juli hingga Agustus ke pengadilan internasional. Selain itu, Yunus menambahkan bahwa pemilihan umum di Bangladesh akan dilaksanakan setelah reformasi elektoral diselesaikan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.