PLN Beri Diskon Listrik 50 Persen Kembali Digulirkan Mulai 5 Juni
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 24 Mei 2025 | 20:45 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah kembali menyelenggarakan program diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi masyarakat, yang mulai berlaku pada 5 Juni 2025. Stimulus ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa skema diskon ini mirip dengan program awal tahun, namun cakupan pelanggan kali ini diperluas. Jika sebelumnya mencakup pelanggan hingga 2.200 VA, kini difokuskan pada golongan di bawah 1.300 VA.
"Kayak sebelumnya, ya. Tapi kita turunkan di bawah 1.300 VA. Kalau kemarin kan sampai 2.200 VA," ujar Airlangga kepada awak media, Jumat (23/5/2025) malam.
Diskon tarif ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi nasional yang mencakup berbagai kebijakan, termasuk bantuan subsidi upah (BSU), diskon tarif tol dan tiket pesawat, serta insentif Rp 7 juta untuk pembelian motor listrik.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa kebijakan ini berdampak pada lebih dari 97 persen pelanggan rumah tangga, atau sekitar 81 juta pelanggan dari total 84 juta yang tercatat.
"24,6 juta pelanggan 450 watt, kemudian ada 38 juta pelanggan 900 watt, ada 14,1 juta pelanggan 1.300 watt, dan ada 4,6 juta pelanggan 2.200 watt. Artinya dari total pelanggan rumah tangga kami adalah 84 juta, ini menyasar pada 97% pelanggan rumah tangga kami," paparnya.
Darmawan menegaskan bahwa diskon diberlakukan otomatis, baik untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar. Untuk prabayar, potongan akan langsung terlihat saat membeli token listrik. Sementara itu, untuk pelanggan pascabayar, pengurangan akan langsung diterapkan pada tagihan bulanan selama periode diskon.
"Kemudian untuk yang pascabayar kami secara otomatis menyesuaikan tagihan listriknya untuk bulan Januari, Februari, dan tentu saja kalau ada pertanyaan mengenai ini kami sudah mempersiapkan WhatsApp number 087771112123," tambahnya.
Program ini diharapkan mampu menekan beban pengeluaran rumah tangga dan sekaligus mendorong konsumsi domestik, sejalan dengan tujuan pemerintah memperkuat perekonomian rakyat. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!