Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Pimpin Rapat Terbatas, Presiden Prabowo Bahas Pertanian, Ekonomi, dan Pendidikan

ED
Jumat, 17 Oktober 2025 | 09:18 WIB
Bagikan
Pimpin Rapat Terbatas, Presiden Prabowo Bahas Pertanian, Ekonomi, dan Pendidikan

VISI.NEWS | JAKARTA - Pada Kamis, 16 Oktober 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas bersama jajaran kabinet Merah Putih di Kertanegara, Jakarta. Rapat ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi prioritas pemerintah, khususnya di bidang pertanian, ekonomi dan perbankan, serta pendidikan. Rapat ini dihadiri oleh seluruh menteri yang membidangi sektor-sektor tersebut, dengan tujuan untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi tantangan global.

Dalam keterangan tertulis yang diterima oleh media, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan sejumlah arahan yang jelas dan tegas kepada para menteri untuk segera mengambil langkah konkret dalam pelaksanaan kebijakan di bidang-bidang yang dibahas. Salah satunya adalah di sektor pertanian yang menjadi salah satu perhatian utama Presiden.

“Presiden menugaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk segera memproduksi pupuk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, guna meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkap Teddy dalam keterangannya. Arahan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan pupuk yang cukup dan berkualitas untuk meningkatkan hasil pertanian yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Selain sektor pertanian, Presiden juga menyoroti sektor ekonomi dan perbankan. Teddy melanjutkan bahwa Presiden menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan devisa hasil ekspor (DHE). Presiden Prabowo ingin agar hasil ekspor Indonesia dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperkuat ekonomi domestik serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah fluktuasi perekonomian global.

“Presiden menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan devisa hasil ekspor (DHE) agar dapat mendorong stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat cadangan devisa negara,” jelas Teddy. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mengelola dan memanfaatkan potensi devisa secara efisien untuk memperkuat ekonomi Indonesia.

Di bidang pendidikan, Presiden memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Dalam rapat tersebut, Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar siap bekerja di sektor-sektor strategis nasional. Penyiapan SDM yang unggul ini menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing Indonesia di dunia global.

“Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar dalam waktu dekat ini siap bekerja di sektor-sektor strategis, baik di BUMN maupun perusahaan swasta nasional,” lanjut Teddy. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang-bidang yang mendukung kemajuan ekonomi negara.

Arahan Presiden dalam rapat terbatas ini menegaskan fokus pemerintah dalam memperkuat kemandirian nasional melalui tiga pilar utama: peningkatan produksi pertanian, stabilitas ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Dengan langkah-langkah konkret yang telah digariskan, diharapkan Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan dan meningkatkan daya saingnya di kancah internasional.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kerjasama antar kementerian dan lembaga dalam mewujudkan kebijakan ini. Ia berharap setiap kebijakan yang diambil dapat berjalan sinergis dan berkesinambungan untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Di akhir rapat, Presiden Prabowo memberikan penekanan pada pentingnya eksekusi yang cepat dan tepat agar setiap kebijakan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Pemerintah, di bawah kepemimpinannya, berkomitmen untuk memastikan keberhasilan dari program-program strategis yang telah direncanakan demi kemajuan bangsa.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.