Pilpres 2024 Sengit dan Menarik, Bila Ganjar Gabung Anies Melawan Prabowo Siapa yang akan Menang?
"Kalau tidak ada garis tegas, sulit sekali terjadi kemenangan bagi demokrasi," kata Hendri.
Dia mengakui bahwa persenyawaan antara Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud itu pragmatis, namun dia mengatakan bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mencegah dominasi dinasti Jokowi di pemerintahan.
Sinyal kolaborasi antara Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud muncul ketika Anies dan Puan Maharani, putri Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP, bersalaman dan tersenyum usai debat ketiga pada Minggu malam lalu (7 Jan). Ganjar juga membuka peluang kolaborasi dengan Anies jika pilpres harus berjalan dua putaran.
Namun, tidak semua pakar setuju dengan prediksi tersebut. Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan bahwa Prabowo-Gibran tetap akan menang meskipun Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud bersatu. Dia mengatakan bahwa Prabowo-Gibran memiliki kekuatan mesin politik dan sumber daya yang lebih besar daripada dua pasangan lainnya. Dia juga mengatakan bahwa Prabowo-Gibran lebih mampu menarik suara dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pemilih Anies dan Ganjar.
"Prabowo juga unggul signifikan atas Anies, 53,3 persen vs 30,5 persen," kata Ujang. Dia menambahkan bahwa Prabowo juga bisa mengalahkan Ganjar dengan selisih tipis, 49,9 persen vs 45,1 persen.
Dengan demikian, pilpres 2024 masih terbuka untuk berbagai kemungkinan. Tiga pasangan capres-cawapres memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta tantangan dan peluang yang berbeda-beda. Publik diharapkan dapat memilih dengan bijak dan rasional, serta mengawasi jalannya pilpres agar berlangsung jujur, adil, dan demokratis.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!