PGE Kembangkan Ekonomi Sirkular Panas Bumi di Kamojang
Program ini juga telah melalui analisis Social Return on Investment (SROI) yang diverifikasi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), menunjukkan bahwa program ini mencatat rasio 3,13, atau ada dampak positif bagi sosial dan ekonomi sebesar 3,13 kali lipat dari setiap Rp1 yang diinvestasikan. Angka ini mencerminkan efisiensi sekaligus besarnya manfaat program ini bagi masyarakat, yaitu sekitar Rp367,5 juta per tahun dan diproyeksikan meningkat hingga Rp6,3 miliar.
Selain itu, program ini turut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 20.000 ton CO₂ per tahun dan memungkinkan daur ulang lebih dari 1,2 ton sampah organik setiap tahunnya. Dengan pendekatan berbasis energi bersih dan prinsip zero waste, zero emission, dan zero conflict, inisiatif ini menjadi model nyata dari praktik ekonomi sirkular yang berbasis komunitas.
Inisiatif ekonomi sirkular yang dikembangkan PGE ini juga telah mendapat berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya ASEAN Renewable Energy Awards, PROPER Emas dari Kementerian LHK, hingga Platinum Champion BISRA 2024. Ke depan, PGE menargetkan perluasan replikasi program ini ke berbagai wilayah kerja lain, sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam mendukung transisi energi yang adil dan inklusif.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!