Pesanan Setiap Bulan Mencapai Ratusan Ribu, Ini Rahasia Brand Lokal Bandung Geoff Maxx Dagang di Market Place
- Dengan Layanan Multi-Channel Logistics dari Lazada Logistics, Geoff Maxx berhasil fokus pada strategi bisnis dan pemasarannya.
VISI.NEWS | BANDUNG – Banyak produk buatan Indonesia saat ini yang kualitasnya tidak kalah dibandingkan dengan produk dari luar negeri, termasuk untuk sepatu atau sneaker lokal yang belakangan sedang menjadi tren fesyen di kalangan anak muda. Fenomena ini turut memengaruhi pertumbuhan bisnis sepatu lokal, khususnya di Bandung, Jawa Barat.
Salah satu merek sepatu lokal asal Bandung yang saat ini banyak diminati adalah Geoff Max. Merek sepatu lokal yang didirikan oleh dua sahabat, Yusuf Ramdhani dan Fauzan Efwanda pada 2012 ini terkenal di kalangan pencinta musik dan olahraga ekstrem. Kala itu mereka menciptakan Geoff Max karena merasa miris melihat banyaknya anak muda yang suka dengan sepatu buatan luar negeri hingga membeli jenis replikanya.
"Saat itu kami ingin membuat sepatu buatan lokal yang tidak kalah dengan kualitas produk dari luar negeri. Jadi jika ada produk lokal yang bagus, kenapa harus memilih imitasi brand luar. Kami memulai berbisnis sepatu dengan kemampuan pengetahuan seadanya, membuat desain sendiri hingga proses pembuatan. Meski dengan modal kecil, kami tetap berusaha menghadirkan sepatu dengan bahan yang cukup berkualitas," ungkap Yusuf.
Untuk bisa bertahan hingga sekarang, Yusuf mengakui jika mereka terus lakukan inovasi dan beradaptasi dengan tren pasar. "Kami juga gencar berpromosi melalui kerja sama dengan band-band tanah air dan internasional. Karena kami melihat kecenderungan orang membeli suatu produk ketika produk itu dipakai oleh idolanya. Dari situlah kami makin dikenal luas, khususnya para penikmat musik dan olahraga skateboard," ujar Yusuf.
Geoff Max kini menjadi salah satu merek sepatu lokal asal Bandung yang mampu bersaing dengan merek lainnya di pasar lokal maupun internasional. Yusuf dan Fauzan tak hanya mengandalkan penjualan secara offline saja, namun juga masuk ke dunia penjualan online. "Pada tahun 2018 kami mulai masuk ke penjualan online untuk mendukung penjualan offline kami. Salah satunya membuka toko di marketplace seperti Lazada," tutur Yusuf.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!