Perusahaan Keluarga Mendominasi di Indonesia: Tantangan dan Solusi Tata Kelola

ED
Jumat, 31 Mei 2024 | 19:04 WIB
Bagikan
Perusahaan Keluarga Mendominasi di Indonesia: Tantangan dan Solusi Tata Kelola

VISI.NEWS | JAKARTA – Berdasarkan laporan PwC, sebanyak 95% perusahaan di Indonesia adalah bisnis milik keluarga. Dominasi ini tidak hanya berasal dari perusahaan kecil, tetapi juga mencakup perusahaan besar. Riset BCG menunjukkan bahwa 54% dari 200 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berawal dari bisnis keluarga.

“Perusahaan-perusahaan raksasa milik keluarga ini punya pengaruh kuat pada ekonomi. Namun, perusahaan ini juga rentan mengalami perpecahan akibat konflik antar anggota keluarga,” jelas Marleen Dieleman, Profesor Bisnis Keluarga Peter Lorange IMD, dalam seminar bersama Entrepreneurs’ Organization (EO) Indonesia beberapa waktu lalu.

Presiden EO Indonesia, Sophia Sung, mengakui bahwa perselisihan dan perebutan kekuasaan rentan terjadi di perusahaan keluarga. Hal ini bisa menjadi pemicu keretakan keluarga jika tidak diantisipasi dengan perencanaan pengelolaan dan peraturan keluarga yang matang. Generasi kedua dan ketiga yang terdampak oleh konflik ini sering mencari solusi agar masalah serupa tidak terulang.

Namun, sejumlah perusahaan keluarga berhasil menjaga tata kelola dan keharmonisan, seperti Grup Kawan Lama dan BlueBird. Berkat tata kelola yang efektif, perusahaan-perusahaan ini terus berkembang di tangan generasi kedua dan ketiga, berhasil menepis anggapan bahwa generasi ketiga sering menghancurkan bisnis keluarga yang dibangun oleh generasi pertama.

“Grup Kawan Lama kini dikelola oleh generasi ketiga. Mereka memiliki banyak entitas bisnis tapi tetap bisa menjaga keharmonisan keluarga,” papar Sung. “Grup BlueBird pun kini ada di tangan generasi ketiga dan mampu mengelola dengan baik.”

Menurut Dieleman, transisi antar generasi di perusahaan keluarga perlu dilakukan dengan hati-hati. Pemilik perusahaan cenderung menunda peningkatan profesionalitas tata kelola, yang dapat menyebabkan kebangkrutan. Banyak perusahaan keluarga di Indonesia tengah berada pada momen peralihan dari generasi kedua ke generasi ketiga, sehingga perhatian pada tata kelola sangat diperlukan.

Dieleman memperkenalkan kerangka GRID (Governance Risk Identifier) sebagai solusi untuk mengatasi masalah tata kelola di perusahaan keluarga. GRID digunakan untuk mengukur kompleksitas bisnis dan jumlah keluarga yang terlibat, membantu pemilik menentukan solusi yang relevan. Berikut empat tipe bisnis keluarga berdasarkan kerangka GRID beserta solusinya:

1. Bisnis Sederhana, Keluarga Sederhana - Ciri: Bisnis terfokus, sedikit anggota keluarga terlibat. - Solusi: Sistem tata kelola sederhana untuk bisnis dan keluarga sudah cukup.

2. Bisnis Sederhana, Keluarga Kompleks - Ciri: Bisnis sederhana, namun banyak anggota keluarga terlibat. - Solusi: Perlu koordinasi antar anggota keluarga, konstitusi keluarga, dan dewan keluarga untuk pengambilan keputusan bersama.

3. Bisnis Rumit, Keluarga Sederhana - Ciri: Bisnis besar dan terdiversifikasi, namun sedikit anggota keluarga terlibat. - Solusi: Tingkatkan tata kelola dan profesionalitas bisnis, berinvestasi pada manajerial yang andal.

4. Bisnis Rumit, Keluarga Kompleks - Ciri: Konglomerasi besar dengan banyak anggota keluarga multi generasi terlibat. - Solusi: Investasi signifikan pada tata kelola perusahaan dan aturan keluarga untuk memperjelas ekspektasi tiap anggota keluarga.

Perbedaan kompleksitas keluarga dan bisnis memerlukan strategi yang berbeda. Kerangka GRID dapat menjadi panduan dalam menyelesaikan permasalahan tata kelola bisnis keluarga dan menjaga keharmonisan antar anggota keluarga. Dengan demikian, perusahaan keluarga dapat terus berkembang dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional tanpa mengalami keretakan internal.

@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.